Saya Ingin ke Hutan Taiga…

Masih ingat salah satu pemandangan di film Earth? Dimana disana dilukiskan hamparan pohon-pohon berdaun jarum yang amat luas. Luar biasa luasnya sampai-sampai hutan ini menjadi hutan yang terluas di muka bumi. Luasnya melebihi seperempat luas daratan bumi, dan Bioma Taiga pun menjadi bioma darat terluas di bumi. Saya selalu ingat narasi di film itu, bahwa hutan ini merupakan salah satu pemasok oksigen terbesar di planet yang beruntung ini : Bumi.

Izinkan saya sedikit berlebihan : “Hutan ini memberikan separuh nafas bagi bumi, bagi kita semua”. 

Komentar Mba Ely kemarin disalah satu tulisan saya mengingatkan saya kembali pada bayangan hutan taiga, hutan konifer yang terletak di belahan bumi utara, yaitu di kawasan Amerika Utara dan Eurasia.

Mba Ely bilang ia sering bersepeda diantara pohon pinus, melindasi biji-biji pinus yang berserakan di dasar hutan, saya bayangkan barisan pohon-pohon pinus itu manjadi latar belakang seorang wanita yang sedang bersepeda. Namun sampai sekarang saya masih bertanya-tanya dimanakah sebenarnya ia tinggal. Di Kanada kah? Alaska? Rusia? Swedia? Finlandia? Norwegia? atau tempat lain dibelahan utara sana? Ah, inginnya saya bermain kesana, meminjam sepedanya lalu mengayuh kencang di jalan setapak hutan konifer itu.
 
Disana saya akan sandarkan sepeda di pohon, memperhatikan biji (pinecone) pinus yang berserakan itu, juga yang masih menggantung di pohon Pinus mercusii, Pynus sylvestris ataupun jenis lainnya, apakah menutup ataukah telah terbuka yang berarti ia siap menjatuhkan biji (seed) dari sela-sela sisiknya meluncur menuju tanah.

Melihat burung-burung yang hanya datang di musim panas yang pendek, sebelum bermigrasi ke daerah tropis pada saat musim dingin yang panjang datang. Melihatnya memakan satu biji(seed) dari pinecone pinus dan membiarkan biji(seed) lainnya tetap disana untuk nantinya jatuh ketanah dan  berbenih disana, semua seperti sudah ada yang mengaturnya dalam kaidah alam yang menakjubkan pada saat kita amati dan pelajari. 

Tidak pernah saya sadari sebelumnya mengapa pohon-pohon itu berdaun jarum, ternyata bentuknya yang menyerupai jarum akan memudahkannya meneteskan salju yang turun, lapisan berlilin tebal dan permukaan yang amat kecil membantunya bertahan dari suhu yang rendah dan mencegah penguapan air yang berlebihan. Satu hal yang amat sangat penting untuk bertahan di daerah dengan air yang selalu membeku hampir sepanjang tahun. Maka proses fotosintesispun akan terus berlangsung bahkan disaat temperatur jatuh hingga dibawah nol derajat celcius. Hijaunya hutan ini abadi sepanjang tahun, baik di musim panas maupun di musim dingin di iklim yang keras itu. Satu hal yang sulit dilakukan oleh pohon-pohon berdaun lebar.

Saya ingin ke Hutan Taiga, menikmati tanaman lain yang tidak terlalu banyak jenisnya, yang tak sebanyak tanaman-tanaman di Hutan Tropis yang memiliki lebih dari 90% jenis spesies tumbuhan yang ada di bumi. Disana saya ingin menikmati cemara, ingin menikmati tanaman lumut yang beragam, mulai dari moss sampai lichen, yang juga penting sebagai makanan hewan-hewan herbivora. Untuk manusia sendiri hampir tidak ada tanaman layak makan disana, kecuali anda mau mati keracunan makan daun yang salah seperti Christopher John McCandles, si petualang into the wild  itu. Burung-burung datang hanya di musim panas selain karena biji-biji tumbuhan yang mulai bertumbuhan, tetapi juga karena dalam waktu seketika jumlah serangga meningkat pada suhu dan kelembaban di musim panas, waktunya makan besar bagi burung-burung. Juga bagi hewan-hewan lainnya, seperti beruang yang sudah puas hibernasi berbulan-bulan. Ngomong-ngomong kalau sudah bicara binatang karniforanya saya mulai jiper ke hutan taiga, hehehe… karena hewan-hewan lainnya seperti si kecil Bobcat (Felis rufus), mungkin bahasa indonesianya kucing kutub, atau si besar Siberian Tiger (Panthera tigris altaica) mungkin sudah menunggu disana. Walaupun tetap ada si kelinci lucu Snowshoe Hare (Lepus americanus) yang berkaki lebar untuk memudahkannya berjalan di salju, serta bulu-bulu coklatnya yang segera rontok digantikan bulu-bulu putih yang tumbuh sesaat akan musim dingin agar membuatnya tak terlihat oleh pemangsa karena saru dengan warna salju. Contoh lain keajaiban alam di hutan taiga. Kali ini dari seekor kelinci lucu bernama Snowshoe Hare. Yang semakin membuat saya ingin kesana…

hewan-taiga

Namun dapatkah saya kesana? mengingat koordinat saya sekarang yang berada di belahan bumi yang terbelah garis katulistiwa, mengingat perjalanan kesana tentu membutuhkan persiapan dan dana yang direncanakan, mengingat hutan taiga kini tengah terancam keberadaannya oleh pemanasan global yang kini terjadi, oleh penebangan hutan yang terus dilakukan (di Siberia penebangan hutan terus terjadi sejak soviet jatuh, dan di Kanada hanya sebesar 8% saja bagian hutan yang dilindungi, sementara luas hutan yang dialokasikan untuk usaha penebangan kayu mencapai 50% dari seluruh luas hutan) untuk kepentingan manusia. Kita butuh kayu untuk membangun bangunan, membuat kertas, mebel dan lain-lainnya. Namun dapatkah kita menikmatinya jika oksigen yang selama ini disediakannya habis begitu saja? Mungkin keserakahan saya dan umat manusia lainnya akan membawa petaka ini pada anak dan cucu kami di masa depan.

Dan ternyata masih ada ancaman lain yang malah merupakan ancaman terbesar bagi keberadaan Hutan Taiga (selain pemanasan global). Yaitu usaha eksplorasi dan pengembangan minyak dan gas bumi yang disinyalir terendap di dasar tanah Hutan Taiga berdiri. Dari Alaska ke Kanada hingga Rusia diestimasikan memiliki sumber minyak bumi dengan jumlah yang sangat besar, semua itu terdapat dibawah hutan ini. Eksplorasi ini dilakukan karena keadaan yang tidak stabil di negara penghasil minyak di timur tengah, efisiensi energi yang (konon katanya) lebih tinggi pada suhu rendah, serta permintaan bahan bakar minyak yang terus meningkat. Eksplorasi dan pengembanganpun mulai merambah daerah yang sebelumnya mustahil untuk dieksploitasi. Dan kelestarian pohon-pohon berdaun jarum itu semakin tidak terjamin.

Bukti-bukti menunjukan kerusakan tundra dan taiga akibat pemanasan global mengakibatkan gas-gas rumah kaca (methana dan karbondioksida) yang terlepaskan ke udara meningkat. Gas-gas tersebut terlepaskan saat tumbuhan itu membusuk (please CMIIW). Kondisi tersebut menyebabkan pemanasan global bahkan semakin parah dari sebelumnya. Hal ini menjadi lingkaran setan yang seperti tak memiliki ujung pangkal. Alam sudah memiliki keseimbangannya, dan manusia dengan segala kebutuhannya (atau keserakahannya?) senantiasa menimpangkan keseimbangan itu. Saya (masih junior) arsitek, dan selalu ingat ucapan teman kalau bidang usaha perusak lingkungan nomor dua adalah bidang arsitektur (nomor satu adalah pertambangan, lagi lagi CMIIW). Semoga saya senantiasa diberikan kesadaran ini saat nanti akhirnya berhasil menjadi arsitek sungguhan, yang akhirnya juga bisa ke Hutan Taiga (kalau masih ada). Amien. Selamatkan Bumi, Selamatkan Hutan Kita!

salam 

 

-japs-

sumber :
1. http://marietta.edu
2. http://kambing.ui.edu
3. http://en.wikipedia.org/wiki/Taiga
4. http://en.wikipedia.org/wiki/Scandinavian_and_Russian_taiga
foto 1 : http://suiri.tsukuba.ac.jp
foto 2 : http://en.wikipedia.org/wiki/Scandinavian_and_Russian_taiga
foto 3 : http://marietta.edu
foto 4 : http://marietta.edu

 


26 responses to “Saya Ingin ke Hutan Taiga…

  • edy

    kayanya menarik tuh untuk turing :D

    japs :
    tarik mang!!!

  • desandesan

    panjang banget.. intinya sama : gw jg pengen kesana

    japs :
    hehehe… permasalahan si japra : suka gak bisa nulis pendek. doh! jadi kapan teh kesana?

  • dicke lubis

    jadi kapan japs, kita mo berangkat?..
    secepatnya yah..
    wah, tapi harus ada benjay nih, ketua geng omdo..
    heheh, dah lama banget dia ga ke bandung..

    japs :
    kayanya abis dari Jayapura yang kemaren gak jadi itu deh Cke. tar gue tanya Benjay ya? masalahnya USD sampe IDR 12000 bikin biaya perjalanan melonjak tinggi nih. Nanti gue minta Benjay sekalian hubungin contact kita di Siberia deh ya *sms benjay*

    huahaha… geng omdo banget!!!!

  • Ikkyu_san

    Pantes namanya Taiga…abis banyak tigernya sih…
    EM

    japs :
    pasti karena di Jepang tiger diucapkannya taiga ya mba? hehehe….Bahasa Rusia untuk menyebut daerah “swampy” yang terletak di selatan Tundra sampai batas utara hutan empat musim.
    di Jepang juga ada Taiga katanya Mba, di Utara Hokkaido. hehehe jauh ya Mba? salam -japs

  • edratna

    Hmm indahnya hutannya….tapi banyak macannya ya?
    Nggak jadi deh jalan-jalannya…ntar dijadikan santapan macam…..

    Tapi perjalanan alam, selalu menyenangkan….bukankah Bandung masih banyak bukit yang hijau dan menyegarkan , walau makin gundul di Bandung utara?)

    japs :
    hehehe… iya Bun, begitu saya lihat hutan itu di film Earth saya langsung jatuh cinta, hehehe. Hutan Tropis juga suka kok tapi. Kalo sama macan saya juga serem, Bun.

    Di Bandung masih ada hutan di daerah utara, kaya Hutan Raya Juanda, tapi daerah seperti punclut dan dago pakar sudah mulai gundul, jadi perumahan dan kafe, kalo Bandung kena banjir juga. Jadi pengen jalan-jalan ke Hutan Raya Juanda. salam Bunda, -japs-

  • yulism

    Tulisan yang menarik sekali Japs, justru aku yang sering melihat tanaman jenis itu malah ga pernah berfikir kenapa bentuknya demikian… :( Selamatkan bumi. Sudah banyak kerusakan akibat ulah manusia. Di Colorado yang biasanya dibulan beginian sudah turun salju sering. Sekarang baru turun 2 kali dan biasanya di musim panas selalu turun hujan di sore hari sekitar pukul 3/4 summer tahun ini sudah jarang banget.. :( Semoga kita bisa mewariskan bumi ini kepada keturuanan kita. Thanks

    japs :
    sama mba, saya juga sering lihat pohon pinus tapi gak pernah kepikiran, hehe. Bumi yang semakin tua malah semakin digenjot buat “makhluk”nya yang semakin “lapar”, jadi ironis. dan banyak fenomena2 colorado di tempat lain ya mba? cuaca semakin sulit ditebak, petani bingung menentukan masa tanam, duh jadi serba salah. :-( Semoga, Mba, semoga… amien, makasih… -japs-

  • Risa

    Semoga hutan se-hijau ini tidak akan gundul oleh ulah orang2 yg tidak bertanggung jawab yach…..(*ikuuut dunx ke hutan…hehehe)

    japs :
    wah kalo hutan ini gundul saya gak bisa bayangin kerusakan yang telah dan akan terjadi mba. semoga tidak terjadi, amien (mau ke hutan mana nih mba? hutan raya juanda aja ya… hehehe)

  • JelajahiDuniaEly

    aku tinggal di satu kampung kecil di jerman , cerita acara bersepeda keliling hutan ada di blogku di kategori “hutan dan Hochsitz” … bersepeda lewat hutan begitu menyenangkan, acara super mewah bagi paru-paru kami :)

    japs :
    wah “satu kampung kecil di jerman” mendengarnya aja udah bikin membayangkan keasriannya. hehehe. dan “acara super mewah” menjadi ungkapan super indah didengar bagi semua pecinta pepohonan hehehe… salam pecinta pohon, Mba. -japs-

  • omiyan

    cobain ciremai….dah nyoba ?

    japs :
    belum pernah ka ciremai, Mas. Baru lihat dari jauh, dari Kota Cirebon. Melihat bentuk ideal sebuah gunung yang meruncing, persis Gunung Fuji di Jepang. salam -japs-

  • Meitya

    errrrr… ga tau mo ngomong apa. Ternyata tu hutan bagus banget ya! Jadi pengen kesana…. enak ya jalan2 sore2 disana sambil ngeliatin pohon2 tinggi2 terus nutup mata sambil menikmati udara, suara, dan semua yang ada di hutan itu. *melanggar janji sendiri : ga mau komen di blog japs yang ini soalnya ga ngerti*

    PS : Ga ada singa gunung kan disana?

    japs :
    hehehe, gak ngerti apanya nih? kan saya gak nulis rumus-rumus mekanika quantum, atau psikologi analisa-nya freud. (soalnya saya sendiri juga gak ngerti :-p ). Cuma pengen berbagi kesukaan aja, hehehe… dan ternyata memang indah kan? heheh… awas kalo sore2, nanti keburu gelap dan gak tau jalan pulang. hehehe…. pagi2 aja lebih seger, macannya masih bobo abis ngeronda semalem. Tapi kayanya singa gak ada di hutan ini deh. terlalu dingin buat mereka. (CMIIW). thanks for breaking ur own promise -japs-

  • albaar

    Hutan taiga memang indah dengan pohon-pohonnya yang berdaun jarum. Saya bisa membayangkan udaranya yang sejuk di hutan tersebut dengan aroma pohon pinus yang khas. Tapi belum terbayang bagaimana cara bertahan hidup di hutan tersebut karena pohonnya bukan pohon buah. Sepertinya kalau mau bertahan hidup harus berburu hewan liar. Jadi ingat suatu program di Discovery Channel mengenai bagaimana cara bertahan hidup di berbagai tempat. :-D

    japs :
    satu-satunya cara memang berburu hewan liar, tapi salah-salah malah kita yang diburu balik. hahaha. biasanya di hutan memang jarang ada pohon buah, kalah bersaing ama pohon2 tinggi lainnya, termasuk di hutan tropis. tapi di hutan tropis masi banyak daun-daunan yang bisa dimakan, umbi2an, atau cacing pohon yang gede-gede yang kata temen saya enak banget (unsure). hmm, mungkin karena dibandinginnya ama daon yang pait ya? tapi saya masih lebih pilih daon deh… walo proteinnya kalah tinggi.

    wah saya lum pernah liat tuh programnya bang, tapi pengen banget tau dasar-dasar survival di alam bebas. salam -japs-

  • heri

    iya… hutan kita banyak gundull.. beberapa kali saya naik gunung – terakhir tahun kemarin… Gunung Arjuno pun sekarang gundul…

    ah ,,,, :(

    japs :
    dimana-mana sekarang hutan kok banyak yang gundul ya pak? wah Gunung Arjuno di Malang itu juga mulai gundul Pak? kekeringan atau memang ditebangi untuk kepentingan properti, wah menyeramkan sekali kalau memang sudah merambah sapai ke gunung…. ck ck ck….:-(
    salam -japs-

  • agunk agriza

    pengenn kesanaaa donkkk :lol:
    di bandung hutan udah pada jadi perumahan :(

    japs :
    yoook kesana. :lol: hahaha
    di bandung dago pakar udah jari perumahan, punclut juga, belum lagi Hutan Kota Babakan Siliwangi mau dibabat juga buat jadi bangunan komersial. kalo kebablasan terus bisa gawat juga nih :(

  • donapiscesika

    sebelum ke Tiaga..ke Jambi dulu mas..di sana hamparan hutannya juga sangat luar biasa…ngga akan butuh biaya mahal…he. salam kenal

    japs :
    iya mba, ini mah hanya mimpi jangka panjang, kalo jangka pendeknya mah mau keliling hutan indonesia dulu tentunya. hutan tropis sebenarnya jauh lebih indah, karena keanekaragan hayatinya. Nanti di jambi anterin ke hutan ya mba… hehehe… salam -japs-

  • bluethunderheart

    setuju dengan ajakan abangku ini. selamatkan hutan dan juga bumi serta selamatkan kepercayaan diri kita juga ya,bang.
    semoga keinginan abang tercapai nantinya

    japs :
    iya blue, kalo bukan manusia yang jaga siapa lagi coba, masa kita cuma bisa ngerusaknya aja… hehehe… amien, semoga keinginan kita semua tercapai. salam -japs-

  • eca

    Japraaaa….kalo mau maen sepeda diantara hutan pinus ngga harus keluar negeri kok.
    Di daerah Megamendung- Bogor ada Curug Panjang, sebelum sampe ke Curug itu pasti ngelewatin barisan pohon-pohon pinus….sueger deh ngeliatnya :)

    Setuju sama Omiyan, hutan pinus di lereng bawah Gn. Ciremai juga bagus loh.. [tapi kejauhan ya Jap?] Hayoo…makanya mBogor ajaa…masih banyak daerah hijau kok..

    Let’s save our forest..!!! Yaaaaaaaaaaaay..

    japs :
    hehehe, di Bandung juga bisa sebenernya di Lembang, tapi ini mah kan tulisan aja, kebetulan lagi inget sama hutan itu jadi langsung diekspresikan. Di Lembang (Tangkuban Perahu) tepatnya juga seru tuh buat bersepeda gunung. Kalo yang ke Curug Panjang itu saya belum pernah, nanti kita kesana atuh yah. tapi mawa sapeda saha? hehehe…

    Gunung Ciremai juga mau, kejauhan kalo buat maen sepeda mah, tapi kalo buat menikmati pinus mah hayuuu… MBogor juga, hayuu… Yeap! Let’s Save Our Forest. Saya mah cuma bisa bergerak sampai disini ca, dan berdoa semoga pergerakanmu disana berjalan lancar. demi lestarinya hutan kita. amien. salam -japs-

  • owbertku

    ayo kita hiking kesana …. HAAAAAAAAHHHH BENGKAK KAKINYA,,,,,

    wehwehwehweh

    japs :
    hahaha, hiking ke sana? maksudnya jalan kaki sampe kesana? dijamin bukan hanya bengkak kaki mas, tapi seluruh tubuh. hehehe. kira-kira kita mau lewat jalur mana nih, Mas? hehehe

  • tutinonka

    Makasih Japs, udah dibuatkan resume indah dari berbagai sumber bacaan (kalo baca sendiri mana sempaaaat …).
    Itu kucing kutub ganteng bener (haiyah! seleraku kok hewanis banget gitu … :( ) Maksudku, biasanya kucing kan keliatan manis, lembut, manja. Ini kok gagah bin ganteng. Mau dong …

    Hutan bambu juga asyik lho Japs. Aku pernah nonton di teve, ada hutan bambu di Jepang yang bagus banget. Pernah liat?

    japs :
    sama-sama mba, makasih juga udah sering kasih resume2 lain di blog mba mulai dari otak kiri sampe gandum. nah kalo kucing kutub itu namanya aja udah Bobcat, Mba. keren bener! Nama ilmiahnya apa ya? kalo gak salah keren juga Felis rufus. Kalo yang manja-manja itu kan emang jenis kucing rumah, kalo kita punya yang gagah itu nanti malem2 jempol kita digerogotin lagi (hehehe).

    Hutan Bambu rasanya pernah lihat, tapi disiaran yang cerita tentang panda. hehehe… iya saya suka deh pokonya segala jenis hutan Mba… hehe… kalo hutan bambu pasti gemerisik anginnya lebih terasa…. wah… jadi ngebayangin. hehehe. salam -japs-

  • Rita

    Baru baca paragraf atas aku ikut kagum akan keberadaan hutan taiga sekaligus ada rasa cemas.. Setelah mbaca paragraf2 akhir ternya kecemasanku terbukti……Tentang usaha explorasi itu…… duh gak tau mau ngomong apaa…Gimana kalo kalo minyak dan gas bumi yang ada tepat dibawah hutan taiga dibiarin aja yaa??? jagan di orek2….
    Ya mudah mudahan si mas bisa ke sana dan itu berarti taiga masih lestari….. dan semoga komitmennya tatap ke-inget yaaa, amien

    japs :
    kalau nonton film Earth pasti bakalan berasa lebih cemas lagi Mba, karena yang terancam oleh kerusakan lingkungan ini lebih banyak lagi. Semoga ya mba, semoga usaha eksplorasi itu gak dengan teganya membabat hutan ini begitu saja, walau gak tahu juga kalo udah berhubungan dengan kapitalisme yang sangat gigan. apapun sepertinya tak ada halangan. *menghela nafas* makasih mba, atas doanya, semoga komitmen kita semua gak hilang dimakan waktu. hehehe. salam -japs-

  • jeunglala

    Cita-citanya mulia, Mas..
    Saya doakan semoga bisa terwujud.. amien.

    Btw, saya selalu suka dengan gaya penulisan Mas. Bener-bener keliatan pinternya.. hehehehe… *iri.com*

    japs :
    cita-cita saya cuma mau jadi petani cabe dan tomat aja kok mba. hehehe…
    amien kalo didoain sama mba lala. semoga terkabul…. hehehe

    weleh, makasih mba, tulisan saya kacau nih, karena saya mikirnya semrawut dan gak runut. saya selalu suka dengan tulisan mba lala yang lucu dan selalu bikin senyum, hehehe… jadi pengen baca bukunya. nanti saya beli ah. ehehehe… salam -japs-

  • Daiichi

    Sungguh Bumi ini Indah dan seyogyanyalah kita menjaga bumi ini dengan sungguh sungguh. Semoga bisa tercapai ya.. dan jangan lupa untuk menuliskannya di sini.. :-)

    japs :
    Iya Mas, bumi ini selayaknya kita jaga selayaknya kita menjaga badan kita untuk tetap sehat. Amien, semoga semakin banyak yang peduli dengan lingkungan sekitar kita. salam -japs-

  • bluethunderheart

    meski hujan tetap saja aku ingin menyapa abang.
    salam hangat selalu

    japs :
    disana hujankah? dibandung tiada hujan. salam selalu juga mas…

  • jee

    aku belum jadi2 nonton into the wild :(.
    sepertinya memunguti biji pohon pinus asyik ya hehehe. di tempatku g ada pinus :(

    japs :
    aku udah nonton 3 kali malah jee. hehehe… saya suka quotes:

    “this simply and beautiful life is too good to pass up”

    kamu memangnya dimana jee? kok ndak ada pinus disana? di depok aja ada lho.. (dulu) hehehe…
    salam -japs-

  • jee

    di padang yang katanya kayak dengan pohon andalas tapi itu pohon sudah menjadi legenda. dan jarang lihat pinus disini

    japs :
    oh kamu di Padang toh? Pohon Andalas? saya malah belum pernah lihat? mungkin karena sudah menjadi legenda itu ya? Pinus memang kebanyakan di dataran tinggi sih jee. kalo ke Bukittinggi kamu pasti nemu. di deket Benteng Fort de Kock nya. :) salam -japs-

  • hatman

    ….jel

    japs :
    ?

  • icha hae

    aduhh bener-bener bagus, cantik, ciptaan ALLAH yang paling bagus dan bener -bener bagus, manusia butuh udara yang bersih, sejuk dan segar dan oksigen yang banyak juga ingin menikmati alam ini dengan leluasa sampe anak cucu kita. tapi kenapa mereka yang butuh kenikmatan itu tapi mereka sendiri merusaknya, kan ada tempat lain selain itu, aduh sayang banget kalau di jadikan pertambangan minyak. pantesan aja yang bikin pemanasan global kirain orang indonesia aja ternyata orang sana (maksudnya orang yang berbeda dari kita dan lebih pinter datripada kita) malah merusak bumi dengan menambah hutan gundul sayang banget kalau di tebang yaaa tapi mereka sendiri yang akan rugi karena udah punya alam bagus eh malah di jadikan tempat yang tambah global warming. makanya kalu mau bikin tempat di pikir-pikir dulu dimana letaknya jangan maen asal tebang2x pohon donk.oh ya SAVE OUR EARTH FROM GLOBAL WARMING. TO LET OUR grandchildren can enjoy it freely the end of life. THANK YOU

    japs :
    kepentingan manusia yang luar biasa banyaknya memang seringkali memicu konflik di antara kepentingan itu sendiri. akhirnya keseimbangan alam juga jadi timpang. memang bener sepertinya kampanye “save the earth” harus diawali dengan kampanye “teach the human” dulu. heheheh… salam -japs-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: