“karena bintang itu jatuh bukan untuk dirilo, cahayanya juga bukan lagi buat sinarin dirilo.
But it’s your fault kalo bintang itu jatuh, dan kini menjauh…“
Mari kita bernostalgia, (kita? elu aja kali japs!) haha, ya iya lah namanya juga apakatajapra…
ini ada tulisan (gak pantes dibilang puisi, dan karena emang bukan puisi) waktu jaman cinta pertama dulu (gak mau bilang cinta monyet walaupun itu cinta waktu jaman SMP, dan karena saya emang bukan monyet). Alkisah saya pernah jatuh cinta, namun karena sebuah kebodohan (saya), cinta itu terpaksa harus bertepuk pramuka (hehe, sebelah tangan deng) dan pil pahit hati yang patah harus saya lumat hingga lumer dan membuat air mata meleleh (saking pahitnya). halah lebay *ditimpuk*
Dan kebodohan saya itu berujung pada tolakan manis seorang wanita manis diujung telponnya. Saya masih ingat suaranya menggigit buah apel saat iya menolak saya dan berkata
“Jawabannya pas tahun gajah aja ya…” ucapnya setengah bercanda…
Dan saya yang bodoh itu tetap menunggunya hingga sampai kelas 3 SMA, sembari terus bertanya dalam hati.
“Emangnya tahun gajah itu kapan ya???”
Tiga tahun kemudian, begitu tahu bahwa harapan itu hanyalah kesia-siaan belaka, diatas genteng rumah saya yang dulu, saya yang mellow semellow barry manillow, betharia sonata dan penyanyi-penyanyi lagu cengeng tahun 80-an pun menuliskan sebuah tulisan tentang isi hati yang luka setelah menanti terlalu lama (halah, mendadak mual sama tulisan sendiri).
Keesokan harinya, tulisan itu saya tulis kembali dengan sandi2 pengecoh cemen jaman SMA yang kurang lebih kaya contohnya kaya gini nih kalo kita ngomong: “haidenlotpor! aidenpaiden kaidenbaidenres? kotporkes sentringengaiden petperresnaidenhes sentringenutpurmesputpurles sih?”
yang aaartinya:
“halo! apa kabar? kok nggak pernah ngumpul sih?”. cemen kan? emang! hehehe…
Nah, justru karena dibikin sandi biar gak ada yang baca, anak2 kurang ajar itu malah bersemangat menterjemahkan. Dasar sableng! hehehe… alhasil terterjemahkanlah tulisan mehe-mehe itu kebeberapa baris di depan dan belakang kelas. Dan beberapa oknum wanita menangis dibuatnya (waduh! gak ikutan deh). Katanya “japra… menyentuh banget” “hiks, japra… ini gue bangeeeet” *towew* hahaha… ada-ada aja… mungkin iya juga ya? soalnya saya juga nulisnya bener-bener udah desperate banget sama cewe yang bikin saya gak ngelabain cewe lain di jaman SMA, jaman2 keemasan itu! masa-masa saya lagi bersinar-bersinarnya! *melindungi kepala dari bakiak2 yang dilempar semua pembaca*. Pokonya dimasa-masa dimana kita harus berjuang demi sebuah cinta dan harga diri (halah lebay lagi). Dan tragisnya, masa-masa asmara dalam mimpi itupun harus hanya diakhiri oleh sebuah tulisan, hiks… Dan paska tulisan itulah baru saya mulai inspeksi ke “negara” lain, yang sayangnya “udah telat japs! udah kelas tiga! waktunya bimbel oy! bimbel!”
Tapi tekad memanfaatkan waktu yang tersisa sebaik-baiknya tidak boleh saya sia2kan. Target pertama seorang wanita kecil dan lucu berinisial DL, hahaha… (ini sih judulnya buka aib nih saya, tapi gak papa lah, semoga si langit disana gak cemburu trus mutusin hubungan :p ). Serangan dilancarkan, sayapun nelpon dia, langsung tanpa tedeng aling-aling, padahal kenalan aja belom (ah, itu kan bisa di telpon) *sok playboy padahal pengalaman minus*. Begitu masuk wartel (maap, dulu belom rame pake hape, nelpon dirumah pasti dikuping sama nyokap or si teteh) rasanya udah mau pengsan (alah cuma lewat telpon doang gitu lho jap!), tapi terus maju sampe kedalam bilik telpon. Didalam :
“Halo….”
“Iya…” (suaranya terdengar kecil banget, aduh salah wartel! malah bikin grogi aja!)
“Bisa bicara dengan ***”
“Apa? gak kedengeran?” (dasar ini wartel emang dodol banget)
“Bisa bicara dengan ***” kata saya lebih keras, dan lebih deg-degan
“Iya, ini gue. Siapa nih?”
“Apa? gak kedengeran?” (kayanya saya bener2 salah milih wartel, keburu panik dah jadinya)
“Iya, ini gue. Ini siapa?”
Dan jawaban memalukan saya ketika itu tidak sampai hati saya tuliskan disini. (aiiib aiiiib)
“Apaaaa?….” tanyanya dengan suara keras.
“………….” diem seribu bahasa, dan dunia seakan meleleh bersama gue yang ikutan menguap…
*jebret suara telpon ditutup*
hancur hati ini, berkeping-keping jadinya, lagi-lagi karena kebodohan dan kedodolan sendiri…
…
Target kedua, kali ini wanita manis berinisial MS. Kebetulan kelasnya hampir berseberangan dan bersilangan dengan kelas saya. Kelas saya agak bawah, kelas dia agak atas. Jadi jalur pandangan yang saya lepaskan bisa melesat meninggi dari saya ke arah sana, sementara balasan dari dia yang kadang suka tiba-tiba memalingkan wajahnya saat tahu saya sedang mengamatinya (SMA banget si? hahaha) akan menukik menghunjam sampai ke hati saya yang paling dalam (yang sayangnya jarang banget!). Seringnya saya doang yang ngelempar trus dia pura2 gak liat aja. *sigh*. Tapi biar bagaimanapun posisi itu tetap saya nikmati, terutama apabila pelajaran kimia mulai merajalela, atau fisika mulai bengis dengan rumus entah2nya… ah… saya ini memang murid yang kurang ajar.
Pagi itu di lapangan jogging track Universitas Indonesia, tempat sekolah kami biasa latihan olahraga. Saya lihat dia berlari sendiri didepan saya “kejar? jangan? kejar? jangan???” “kejar!!!” Hahahaha, asal jangan sampe pengsan aja begitu nyampe sana jap! “Halo… ” ucap saya sembari menebarkan senyuman termanis sepanjang masa. Perkenalan pun terjadi dalam keadaan lari-lari kecil, lancar walau saya tetap grogi… “Nanti saya boleh telpon-telpon ya?” ucap saya mengakhiri pembicaraan sembari melanjutkan lari, kali ini sprint biar terlihat gagah, sporty dan berwibawa (kok kaya tagline Daihatsu Taruna?) meninggalkannya dan berharap ia akan berhenti berlari, lalu melihat lelaki ini berlari menjauhinya dan berteriak “ya, amppuuun… doi keren bangeeeet” *dan sang lelaki tiba-tiba keserimpet, gelebret, jebret, jatuh, gubrak!* (oke, ungkapan sang wanita dan kejadian terakhir hanya bayangan saya saja, karena itu cuma akan ditemukan di sinetron remaja cupu di televisi anda, hehehe). Akhirnya target kali ini setidaknya merespon, mulai dari telpon2an (tetep pake wartel, tapi gak di wartel itu lagi, trauma!), mengumpulkan pasir dan batu2an waktu kepantai untuknya (yang katanya begitu ditaro dikamar malah jadi bau, karena kerangnya pada busuk, doh! ada ada aja!), sampe pengalaman cari kado ke Mal Taman Anggrek (catat : rumah saya di depok!), tapi gak nemu, lalu lanjut ke pasaraya (semua menggunakan angkutan bus, applause pada diri sendiri) dan akhirnya nemu juga sebuah boneka beruang besar lucu yang khusus dibeli untuk ulang tahunnya, untuk dia gadis manis dengan kawat gigi itu. hehehe…
Karena semua berjalan lancar, tembakan pun segera disiapkan untuk kemudian diluncurkan. Dengan harapan masa-masa paling indah ini akan menjadi semakin indah. “Cie Japra… akhirnya ada kenangannya juga nih masa SMA lu” ucap seorang teman, padahal gak ada hubungannya tembakan ini ama masa SMA harus pacaran, kalo emang hati sudah jatuh apalagi yang dilakukan selain melabuhkannya di hati yang lain. Segenap rasa pun diungkapkan, berikut ajakan melanjutkannya ke hubungan yang lebih serius. Dan lagi-lagi kali ini jawabannya harus lewat telepon juga. Duh saya masih trauma nerima jawaban dari telepon, sejak ditolak dari telpon juga, 3 tahun yang lalu itu (halah) hehehe….
Kali ini saya tidak ingat bagaimana ia memulai pembicaraan. Saya lupa bagaimana ucapannya, yang jelas ia tidak bisa menerima ajakan saya dan menggunakan status pacaran karena satu dan lain hal. Karena satu alasan tertentu saya juga tidak bisa menjelaskannya lebih lanjut disini. Yang jelas saat itu, saya, DITOLAAAAK!!!! hahaha… Saya pun lupa bagaimana ia mengakhiri percakapan, rasanya sih layaknya wanita-wanita kalo menolak cowo, seperti “kamu gak marah kan?” atau “tapi kita tetep temen kan?” haiyah…. ayooo.. kalian para cowo (yang sering ditolak), akuilah! pasti sering dapet jawaban ngeles kaya gitu? iya kan? hahahaha!!! Ingatan saya akan kalimat-kalimat sakti perontok hati itu lemah, namun saya jelas ingat bagaimana saya langsung menjatuhkan badan ke sofa di rumah nenek saya yang berwarna coklat itu dan menutup kepala dengan bantal sekeras2nya, gak mau denger apa-apa lagi!!! gak mau angkat telpon lagi!!! gak mau jatuh cinta lagi!!! (dasar abege!!! gitu aja pundung! hahaha) Yang jelas saat itu saya benar-benar PATAH HATI… dan itu indah… (ternyata) saat dikenang
Sebelum tulisan ini terus memanjang dan meleset dari tujuan awalnya yang hanya ingin merepost tulisan saya kala patah hati pada cinta pertama (jijay sendiri mendengar kata cinta diulang2 mulu dari tadi), lebih baik saya langsung tulis lagi saja. (saya tulis lagi, bukan copy paste, karena kali ini saya tidak akan memberikannya dalam bentuk sandi seperti yang saya tulis di blog friendster saya.)
Untuk kamu, seorang yang pertama kali nyelonong masuk ke relung saya, mengambil sebagian paruhannya untuk kau bawa dan tak kunjung kembali. Terima kasih untuk rasa terindah selama tiga tahun lamanya saya menanti, dan untuk pelajaran bahwa penantian sekian lama yang berakhir tragis justru memberikan keindahannya dari sisi yang lain.
Untuk Langkitku, ini cuma kisah masa lalu… hehehe… gak ada maksud cinta lama bersemi kembali… hehehe… peace ^_^v
…
Bintang Jatuh
Dari dulu gue ngga ngerti,
dan sampe sekarang pun gue masih bingung.
Kalo dulu pintu itu terbuka,
tapi bodohnya gue yang sia-siain kunci yang kini udah kadaluwarsa.Kalo sekarang masih ada jendela yang kebuka,
semua itu cuma sebuah lorong omong kosong yang udah waktunya tamat.
Kepura-puraan yang bikin gue ngegantung di rantai kebingungan udah waktunya
gue abisin.Tapi…
tiap gue mo buka halaman baru, yang kebuka selalu halaman lama yang seharusnya udah gue tutup buku.
Tapi…
gue ngga bisa, gue ngga bisa, gue ngga sanggup.
Atau jangan-jangan gue belum rela lupain masa lalu?Biar sekarang itu ngga ada artinya, kenapa gue masih bermimpi asa kecil itu bisa tumbuh dan berbuah sekarang? Jelas itu mustahil!!!
“semua itu ngga sesimple make a wish pas ngeliat bintang jatuh, Jap”Karena bintang itu jatuh bukan untuk dirilo, cahayanya juga bukan lagi buat sinarin dirilo.
But it’s your fault kalo bintang itu jatuh, dan kini menjauh.japs, 2001
…
Yah, kira-kira demikian racauan patah hati saya di masa SMA. Iya… iya.. emang cemen berat! gak usah sampe guling2an gitu dong. Hehe. Namanya juga abege patah hati yang sok pengen nulis, jadinya ya.. giitu deh. ![]()
Sekian ajang bongkar aib saya malam ini, sampai jumpa di kesempatan yang akan datang.
Oh iya, saya punya filosofi baru semenjak kena tipes:
“semakin kurus orang. semakin gansteng dia” (filosofi orang yang susah banget naekin berat badan)
*kabur sebelum diamuk massa*
salam
-japs-
Filed under: kisah lalu | 28 Comments
Tags: aib, cinta monyet, patah hati

HEyyy!!
belum tidur jam segini!!
Tidur sana!!?
Entar sakit lagi!!
japs :
[bertanya-tanya] ini wordpress apa YM ya? hahahaha…. baik Bu… *baru sadar kalo udah jam 12 labih* makasih udah ngingetin mba…. met malem -japs-
hahahhaha..baru baca sampe abis..
postingan ini menyentuh dengan cara yang lucu…
sayang..
jangan khawatir..
nanti juga ada masanya kamu memilih..
hehehe
bukan di pilih
Wakaakkakaka..tapi sumpah..ini lucu…dengan cara yang romantis dan indah..
japs :
iya mba nanti ada masanya lagi semua itu cuma cerita konyol masa lalu, lebih dari cerita lucu saat ini.
kalo soal kocak, saya belom bisa segokil Mba Yes, hahaha… kamu adalah suhu saya… (worship) hehehe… Thanks Mba. -japs-
ah tapi aku lega..
musuko ku ini skr sudah ada “LANGITKU”
Cinta… baik itu monyet atau sejati, memang indah jika dikenang kembali ya.
Yah barry manilow itu cengeng ya? Padahal aku suka banget “I can’t smile without you”
genki de ne Japs.
EM
japs :
Iya Mba, akupun lega sudah punya Langitku
Bethul mba, mau cinta monyet atau simpanse yang namanya cinta tetap sesuatu yang gak ada matinya buat dikenang.
Saya juga suka Barry Manillow, Mba. (emang dasar saya mellow juga :-p ) yang I Cant Smile Without You, I Write The Song, Copacabana, Mandy, huehehehehe…. dulu pernah pinjem kaset punya temen didengerin terus ampe bosen. Kaset? buahaha, jaman kapan ya itu? salam -japs-
Masalah cinta masa lalu, aku ga komentar ah nanti dibilang “logika dong?” seperti tanggapan salah satu komentarku diblog lain…
OK, pertama mau kasih tahu kalau tahun gajah itu, jaman aku masih mengaji di surau kecil katanya kajeng Nabi Mohammad S.A.W itu lahir, hari Sein, tanggal 12 Maulud tahun Gajah. Berarti… ???
Japs, Tuhan sudah menciptakan kaum cewek untuk menjawab dan konsekwensinya akan ada dua pilihan menerima atau menolah. Sedangkan kaum cowok diciptakan untuk bertanya. Puisinya indah banget buat si bintang, si Langit sudah dibikinin puisi belum????….
Thanks
japs :
wehehe, kenapa mba soal dibilang “logika dong?” di komentar blog lain? aku ndak tau menahu, jadi ndak ngerti. hehehe…
Melihat komentar Mba Yulis jadi tertarik googling dan ingat kembali kalau : Tahun Gajah, tahun waktu Nabi Muhammad SAW lahir. Beliau itu lahir tanggal 12 Rabiulawal, atau 20 April 571 Masehi, Tahun yang dikenal juga sebagai Tahun Gajah, karena pada tahun itu terjadi peristiwa besar serangan gajah-gajah yang dipimpin Abrahah untuk menghancurkan Ka’bah. Seperti tertulis di surat Al-Fil ayat 1-5, tentara Abrahah dan pasukan gajahnya akhirnya hancur karena terserang penyakit mematikan yang dibawa oleh lemparan Burung Ababil. Beberapa bulan kemudian lahirlah Rasulullah tercinta. Makasih Mba, aku jadi belajar lagi. hehehe… Jadi andaikan saat itu si Bintang tidak bercanda, dia sebenarnya sudah memberikan jawaban cynical yang berarti tidak untuk selamanya. hehehe… Tapi kayanya dia bercanda deh mba *maksa* hahaha…
Wah, kalo gitu perempuan hanya bisa menanti tanpa punya kuasa untuk memperjuangkan isi hatinya dong Mba ya kalo hanya bisa menjawab tanpa dapat bertanya? Atau mungkin bertanya dengan cara lain kali ya? misalkan melalui perantara atau orang ketiga, gak bisa hantam saja ble kaya cowo. hehehe…
Bintang kan dibikinin tulisannya juga saat hati ini udah remuk… hehehe, kalo Langit semoga nggak membuat hati ini remuk dulu biar kamu dapet tulisan, tak jitak! hehehe… Makasih Mba. salam -japs-
Ahahahaaa…wadooh pagi2 baca postingan ini membuat saya ketawa terpingkal2 (atas penderitaan orglain) tanpa mengurangi empati dan simpati saya terhadap sang korban (penolakan kaum hawa), soalnya sangat mengingatkan pada masa-masa yg telah (lamaaaaaaaaaaaaaaa sekali) berlalu, yaitu masa-masa biru dan abu2 (seragamnya) dan bagaimana interaksi cinta-cintaan pada saat itu, oooh indahnya, bnyk apesnya mmg tapi oooh indahnya.
Khan, jadi panjang, blum lagi mau ngomentarin puisinya (^^,)
japs :
waduh, terpingkal2 atas korban2 mba G di masa SMP dan SMA ya? ck ck ck… sebagai sesama korban saya turut merasakan apesnya mereka-mereka itu… hehehe… yap, bener mba, hancur dan menyiksa dimasa itu, tapi indah begitu dikenang. hehehe…
mo komen lebih panjang dari postingannya juga gak papa kok mba… hehehe… bebas…
salam -japs-
wahahahah…
ngakak gue bacanya nih..
jadi keingetan waktu masih pake putih abu2 dulu..
Billy K.
http://iamthebilly.wordpress.com
http://bersambung.wordpress.com
japs :
Hei Bil… hehehe… semoga waktu masa pake putih abu-abu lu gak seapes gue ya… hehehe… “nasiiiiib” :-p salam -japs-
wakakakak eudan ! ada ada aja. cerita yang unik, lucu, manis dan sangat menghibur hehehe puisinya juga ajib bener. jadi ingat cinta pertama waktu jaman smp heuehue >_<. aduh…. tidaaaaaak !!! huhu
japs :
iya nih jee, padahal awalnya cuma mau nulis ulang tulisan racauan hati dari friendster ke sini, eh taunya malah jadi panjang gini perkaranya. jadi gimana cinta pertama jaman smp dulu jee? bagii dong ceritanya. hahahaha…. puisinya ajiiib cemennya kan? hahaha…. emang! salam -japs-
Wadoow … Japs, kenapa nggak nulis novel aja? Basa lo enak, lucu, seger (es doger kalee …). Saya suka baca novel-novel remaja jaman sekarang, basanya nyante banget, gokil abis. Lumayan buat cekikikan ngelupain disertasi yang bikin kepala kliyeng-kliyeng … Berasa muda kembali kayak limapuluh taon lalu …
japs :
Wadoow, Mba Tuti. Kalo saya bikin novel sapa yang mau baca? yang mau bakar sih banyak. hehehe…
apa mending jualan es doger aja? hehehe… Kalo novel remaja saya malah gak pernah baca mba, cuma pernah sekilas baca Kambing Jantan-nya Raditya Dika yang gokil abis. hahaha… ampe gak kuat saking sakit perutnya. hehehe….
Wah, mba tuti lagi disertasi toh? yowis biar gak kliyeng-kliyeng baca novel2 remaja itu aja. hehehe… Emang masih berjiwa muda sekali nih Mba Tuti ini, bravooo deh… salam -japs-
sayangnya jaman sma dulu gak ada kesempatan buat saya nolak,
]
wong gak ada yang nembak
japs :
naah… yang gini-gini ini nih, belum apa-apa udah nyari kesempatan buat nolak… mana ada yang berani nembak… pasti ditolak, teroos. hehehe *kabur dari pentungan*
Nyahahahahaha…. menyentuh tapi lucu japs! Pundungan yak abege *masih merasakan hal itu kok scara aku kan masih abege ;p*
Racauan patah hatinya oke loh. Dalem euy *baru saja merasakannya. LAGI* cih! nyahahahaha….
japs :
hehehe… iya waktu abege itu reaktif banget ngadepin semua kondisi emosional. Kalo seneng girang banget, tapi kalo sedih ampun2an ngambeknya, jadinya ya kurang peka ama perasaan orang sekitar. (apa itu mah saya aja ya? hehehe). Jadi masih abege nih met? Ambegan? hehehe…. salam -japs-
ah saya mau merenung dulu…
japs :
saya ikutan mas….
ya ampuuuuun.. itu puisinya
japs :
iya… iya… paham deh… maksudnya cemen abis kan??? hehehe…
kisah cinta memang tidak ada akhirnya. mau cinta pertama, cinta kedua, cinta ketiga, ataupun cinta keseratus pun masing-masing punya ciri khasnya masing-masing.
masih inget kah tempat pertama kali berpacaran ? atau pertama kali bisa pegang tangan si dia dengan perasaan deg-degan dan setelah itu malamnya tidak bisa tidur karena kena insomnia dadakan ? hehehehe …
that’s the great of love effects
japs :
salam -japs-
masih inget mas…. inget banget, terutama di bagian insomnia dadakan dan sepanjang malam yang kebayang cuma parasnya doang. duh duh duh… jadi kebayang yang di jakarta sana…
hmm……………..aku tak becomand karena aku sangat senang menerima suguhan atas tulisan abangku ini.
pa cabar bang?
salam hangat selalu
japs :
hehehe… makasi blue, seneng denger kamu seneng…. kabar baik… salam hangat juga dari bandung yang sedang hujan ini. -japs-
hahahaha aihhh jadi malu……..
japs :
jiahahaha…. saya yang punya aib malah gak tau malu *kabur*
wehehe… =)) tulisan lo ini lucu n menyentuh sekaligus deh Japs.. (eh bukan ketawa di bagian patah hati nya loh)
baca puisi lo ini bikin gw jadi inget ama jaman-jaman smp sma dulu, kerjaannya bikin puisi gombal-yang-sekarang-ini-rasanya-males-banget-dibaca mulu di diary (halahh diary) gara2 cuma bisa ngeliatin doang (nasib jadi cewe), jadi.. lega kan udah bertanya (walo jawabannya bikin remuk redam waktu itu) =))
ps : oiyah, sekali lagi… segeralah ke dokter dan cek darah!! biar gak makin kurus dan gak ngaku2 ganteng… *kabur*
japs :
hehe, ketawa dibagian patah hati juga gak papa kok. emang udah nasiiib… nasiiib…. *sambil garuk2 pohon*
nah kalo baca puisi ini gue jadi mesem-mesem betapa mellownya gue sejak dahulu kala, halah… kalo bikin puisi sih gak sering, cuma kalo pas lagi hancur kaya gitu aja tuh. Diary? hahaha… sempet punya juga gue, isinya ancur2an banget dah… untung udah ilang tuh diary, kalo kaga bisa semaput dah bacanya… iya lega banget kalo udah tau jawabannya, tapi tetep aja nyesekkk sekk sekk sekk….
ps : udah tadi ke dokter di UGD RS. Santosa. dengan suksesnya diboyong oleh Mba Ade… hasilnya bagus bu. Cuma kekurangan cairan dan mungkin masih ada virus yg bikin sakit kepala. hmmm… thanks ya… atas perhatian kalian semua. jadi terharu, dan makin merasa ganteng *kabur ke timbuktu*
japssss…….(p_idiot)(p_idiot) knp dirimu romantis sekali langsung membuatku terkenang2 jaman kejayaan hahah…
Seperti sepertinya diriku mulai jatuh cinta dgn tulisan tulisanmu..keep bloging ya!!
pesan buat si langit :
si bumi ini jangan pernah kau hancurkan yaa..bukan apa2 takut klo2 nanti bukan nulis diatas gendeng lagi..tapi diatas poon ngalah2in @onyet heheh
piz @japs
-ichmoet yg gk kayak marmut-
japs :
jah… masa-masa kejayaanmu menolak pria-pria malang seperti saya maksudnya? hehehe… ah, wanita… wanita… sip, cha… mudah-mudahan bakal terus semangat blogging. lumayan buat menumpahkan isi hati dan otak (kaya ada isinya aja otak saya hehehe). seeep… sering2 mampir ya. salam -japs-
Aih, si Japs!
saya suka banget sama posting ini… ngikik geli membayangkan perjuanganmu yang sungguh hebat itu… salut, Japs.. salutt…
mm..
japs..
oot nih.
saya minta dibikinin puisi dong… apa perlu saya remuk dulu hatinya biar kamu bisa leluasa bikin puisi buat saya? hihihi…
Salam buat si Langit ya..
japs :
wah… jangan mba, nanti ancur2an hati ini kalo diremukin dulu hehehe… oke deh mba, nanti kalo moodnya dapet saya bikinin tulisan buat Mba Lala, hehehe… asal ngga diketawain aja… oke nanti disampein salamnya
pfftthhh..sisi lain seorang japra..
ngga pernah nyangka lo bisa seperti itu..! ^^
japs :
jaaah… hehehe… ada satu dan lain hal yang kadang suka luput dari seseorang yang kita rasa udah kenal memang ndra…. hehehe…
HAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHAHHAHAA…
haduhhh, jadi, kamu ditolaka tapi teteup usaha ya bokkk… Gooddd…
anyway, puisinya okeh tuh, kamu emang ROCK!!!
japs :
salam -japs-
makasi makasi mba… biar semuanya Gatot! alias Gagal Total! hahaha… tapi at least sudah dicoba… dan menjadi kenangan manis jadinya
HAHA….TAHUN GAJAH UNTUNGNYA NGGA BIKIN SAKIT GAJAH!….GILE…CERITANYA BOLEH BANGEET TUH!
japs :
maksudnya sakit kaki gajah mba? hehehe…. untungnya begitu… tapi hanya patah hati saja… hehehe… salam -japs
Kenangan masa SMA memang indah dan lucu…walau kalau masih SMA terasa beneran indah dan sakitnya.
Tahun gajah? Kalau dulu teman2 istilahnya “Lebaran Monyet”..yang artinya tak pernah terjadi..lha monyet kan ga lebaran
japs :
Iya Bu Enny, masa-masa paling indah, masa-masa di sekolah… (jadi nyanyi gini, hehehe). sakitnya dulu, tapi lucu dan manis dikenang sekarang.
Nah untungnya waktu itu dia gak bilang Lebaran Monyet, kalo ngga nanti saya juga nungguin lagi sampe monyet bisa lebaran. hehehe… salam -japs-
aduu .. kok gw ga ngerti ya?
baca2 lagi ah ..
japs :
bacanya jangan dari bawah keatas Gung, emang susah kalo begitu… hehehe… kiddin.
setuju sama usulannya mbak Tuti, kenapa nggak dijadikan novel saja ?
met wiken ya
japs :
takut dibakar massa mba kalo dijadiin novel, hehehe… :p
met wiken juga Mba Ely
selamat berakhir pekan ya,bang
salam hangat selalu
japs :
selamat berakhhir pekan juga, Mas… salam -japs-
hihihi,
jadi inget pas nembak cewe dulu..
cupu abis.. ahahaahaha..
sepertinya kita sama mas (kita????).. sama sama sok pengalaman soal cinta, padahal minus.. hehehe
tapi bedanya saya gak ditolak :p tapi gak diterima juga (lho?)
“terus gimana dong?” ada deeeeehhh
hehehe
japs :
jyahahaha… paling ngga, ngga ditolak lah ya Bro? hehehe… tapi kadang2 perlu tuh sok pengalaman padahal minus, kalo gak gitu gak maju-maju juga soalnya. huahahaha…. salam -japs-
blom pernah ngerasain ditolak lewat telepon
kalo ditolak langsung sih sering
hmm depok yak…? taun segitu gw masih gentayangan di margonda
japs:
ditolak langsung lebih lemes lagi tuh mas, antara serasa menghunjam ke dasar bumi, tapi berusaha keliatan cool untuk sebuah gengsi. buahahaha…
yoa di depok, gentayangan di margonda? sama dong. saya gentayangan mulai dari warnet, tempat makan, bimbel, ampe daytona timezone mal depok. hahaha… Margonda emang jantungnya Depok banget dah.
jaaaaap! gue kelewatan baca postingan lo yang ini!
gue masih inget banget sama bintang jatuh itu! rasa-rasanya hardcopy nya masih ada di file binder gue jaman sama. dan masih ada juga di website culun yang dulu gue bikin itu. hiks..
dan bagi yang penasaran kepanjangan dari inisial2 di cerita ini, silakan PM saya heheheh..
japs :
jyahahaha… padahal gue udah tenang2 karena lu ndak muncul. hehehe… bagaimana tidak? salah satu saksi kuncinya alias yang duduk semeja sama gue pas masa2 itu kan elu! hahaha…
oh ya ga?? hardcopynya masih ada di binder lu? weleh2…. ngomong2 website culun itu udah canggih banget dimasa itu kaleee…. apa nama webnya? lupa gue… hehehe….
hush, awas lu nyebar2in nama orang yang bersangkutan, kesian mereka nama baiknya tercemar oleh nama gue. hehehe… -japs-