di sebuah pedalaman terdengar suara yang lewat berkelebat,

sebenernya hidup ini buat apaan sih?
ya buat dijalanin lah…
dijalanin bagaimana?
ya di jalanin sebaik-baiknya aja…
sebaik-baiknya? buat siapa?
ya buat diri sendiri, buat orang lain, siapapun lah!
terus???
ya terus lo jangan nanya mulu aja!!! kapan jalannya?

mereka terus berjalan masuk lebih dalam tanpa bicara, kendati mungkin hatinya terus bertanya. sunyi, lalu menghilang…

suara-suara itu membuat saya tergelak di akhir, dan merenung sesaat berikutnya… sampai suara-suara itu benar2 hilang dan pergi. sunyi di telinga, lalu bingar tanpa suara…

salam

-japs-



31 Responses to “bertanya atau berjalan?”  

  1. ach abang……….
    bisa banget nulisnya
    sederhana namun kuat banget dalam memberi sesuatu yg dalem
    salam hangat selalu
    lama tak sua
    pa cabar

    japs :
    sesuatu percakapan ringan tentang satu hal yang amat mendasar sih memang mas…
    salam hangat, juga… -japs-

  2. ya udah jalan lagi yuk…hehe…

    japs :
    Ayo Bang!
    tapi tunggu bentar…
    kita jalan untuk apa ya mas?

    *ctaaar… dipecut*

  3. hmm… seperti kelinci yang tenggelam di dalam topi pesulap? ato justru seperti kutu yang menyusup masuk semakin dalam di antara bulu-bulu kelinci? (lupa-lupa inget kalimatnya) =p

    mudah-mudahan dua-duanya seimbang, antara berjalan dan bertanya
    dan mudah-mudahan suara tadi selalu lewat (walaupun hanya berkelebat) dan sesekali diam sebentar =))

    japs :
    seperti kutu yang nyaman di bawah bulu2 kelinci yang di keluarkan seorang pesulap dari topi, tanpa mau tahu siapa pesulap itu sebenarnya.

    atau jadi kutu2 yang berani mati memanjat ke atas bulu2 kelinci untuk tahu semesta luar sana, sang pesulap yang berkuasa atas kelinci, dunia bagi si kutu…

    seimbang, mengerti dan tidak saling mengganggu aktivitas masing2… udah kaya pacaran aja, hehehe… salam -japs-

  4. hidup adalah misteri..

    japs :
    mari kita jadi detektif kehidupan… :D

  5. 5 jee

    hidup adalah jawaban jika kita tidak sedang mati hehe.
    pertanyaan2 itu mungkin jika dipikirkan lebih konkrit akan membawa kita menuju pertanyaan2 lain dan jika kita terus ingin tahu apa jawaban2 pertanyaan itu mungkin kita akan menemukan siapa kita, siapa “aku”. jika kita sudah tau siapa kita, siapa “aku” maka kita akan lebih dekat dengan Tuhan. mungkin. tapi rasanya iya. g tau ah hehe tapi akhir2 ini aku suka memikirkan itu. dan sekarang mungkin jadi lebih baik dari yang dulu.

    semoga japs bisa menemukan jawabannya.

  6. 6 meitya

    Aku kayaknya tipe orang yang bertanya terus deh japs. selalu takut untuk melangkah tanpa dapet jawaban yang pasti, di depan itu nantinya kayak gimana. Pikiran buruk selaaaalllu aja langsung kebayang. Yah, walopun ujung2nya bakalan jalan tapi dengan kaki gemeteran dan bawa coklat di tangan biar ga stres. Nyahahahaha…. ;p

    PS : Walopun aku ga tau jalan rasuna said dimana, tapi seenggaknya aku tau Sudirman sama Thamrin! (dance) *beda topik ya ini? Nyahahahaha*

  7. menjalani hidup sebaik-baiknya selayaknya sebuah proses demi output yg gemilang..
    SEMANGAAAATTTTTT!! HEHEHE..

  8. hey japs…
    kamu boleh kok bertanya sambil berjalan…

    gak ada yang larang :)

  9. Definisi tentang sebaik-baiknya itu memang akan sangat subyektif untuk masing-masing orang, Dek. Karena ukuran baik seorang kamu dengan baiknya seorang saya, misalnya, akan sangat berbeda.

    Nah,
    sekarang saya tanya sama kamu. Sudah sebatas mana kemampuan kamu untuk mendefinisikan itu semua? Baik yang bagaimana…Buat siapa… dsb.
    Percayalah, once you knew the answers, hidup akan terasa lebih mudah dan fokus pada tujuan…

    Sok pinter?
    hm.. ini juga hasil nanya2 di sepanjang jalan, Dek..
    seperti Yessy bilang, ga ada yang melarang untuk bertanya sambil berjalan.. :)

  10. Jadi, sudah jelaskah apa tujuan hidupmu?

    Saat mantan pacar mengajak menikah, pertanyaanku sederhana, apa tujuan hidupmu? Apa yang kok inginkan dalam membangun keluargamu…maksudnya apa visi dan misinya cocok dengan saya nggak? Hehehe…kok kayak mau merger dua perusahaan aja…tapi memang pernikahan adalah merger dua hati.

    Begitu juga saya tanya pada anakku, apa tujuan hidupmu? Apa keinginanmu dalam berkarir? Apa yang kok inginkan nanti setelah berumahtangga? Tentu saja menjawab pertanyaan ini penting agar sejak awal kita tahu ke arah mana kita menuju, walau nanti juga ada takdir yang menentukan

  11. hidup juga katanya ngasih tanda-tanda…kalo kita punya tujuan, dan bisa peka sama tanda-tanda njalaninnya lebih enak, ini hasil dari baca-baca the alkemis sama bukunya pak gede prama. (saya juga belom bisa peka sih jap….justru lagi nyoba untuk peka).

  12. Pertanyaan-pertanyaan mendasar dan kadang terdengar naif seringkali membuat seseorang berada pada zona tidak nyaman, karena mengusik eksistensi diri yang kembali dipertanyakan. Namun ada juga petualang sejati yang senantiasa akan bertanya, kendati sedmikian hingga (mungkin) akan dicap gila… saya tergelitik dan menuangkannya dalam tuliasn diatas, dan tak menyangka respon yang menyapu balik sedemikian hebat dan memberi pelajaran-pelajaran yang amat berharga.

    Saya menekur diam, setiap membaca satu respon yang masuk satu persatu… dari Blue yang selalu menyapa salam, Bang Joe yang nampaknya petualang perjalanan sejati, bu widy kawan sesama penggemar Dunia Sophie, aku pilih jadi kutu yang memanjat naik meskipun beresiko jatuh atau dicemooh kutu2 lain yang bertelekan disela2 bulu sang kelinci, Bu. Aku ingin lihat sang pesulap.

    Lalu komentar mba ernut yang singkat namun sedemikian telaknya, maka wajar kita akan selalu bertanya ya mba? Dan sejak respon Jee kata-kata saya seakan terhenti, sudah menjadi sedemikian transedentalnya satu pertanyaan tadi terbawa arus… yang memang pertanyaan “kecil” itu berpotensi demikian. “Jee, pernah dengar pendapat satu pertanyaan bisa jauh lebih berbahaya dari seribu jawaban?”. Tapi bagaimanapun tanpa bertanya kita takkan pernah dapat jawaban.

    Seperti saya yang tidak akan pernah mendapat dari respon2 setelah itu. Dari Meitya yang pun ternyata suka bertanya (kalo yang ini kayanya nanya udah menjadi hobi deh, semua ditanyaain mulai dari arti kata unduh, sampe dimanakah jurusan jalan ini dan itu :p ). Icha sang ahli teknologi informasi yang memandang hidup mungkin sama dengan program komputer :p.

    Beng!!! satu respon singkat lagi-lagi telak menembak pin-pin di depan. Mba Yessy ternyata emang jago bowling, dan menyisakan beberapa lagi… Pertanyaan yang tak selalu harus membuat kita diam tak berjalan, bahwa semua itu proses yang bisa kita jalanin berbarengan untuk mencapai suatu tujuan. Terasakan, sepenggal kalimat pendek memiliki nasihat dalam seorang kakak…

    Kadang kita butuh berhenti untuk satu pertanyaan besar yang menentukan kemana arah kaki melangkah ini untuk kemudian laju kembali.

    Ya, tanpa pertanyaan ini pun saya tak kan pernah mendengar jawaban manis seorang Mba Lala… seperti pertanyaan dua suara diatas, baik seperti apa dan untuk siapa? bagaimana dengan subjektifitas pandangan akan nilai baik yang berbeda-beda pada tiap orang atau komunitas tertentu? Membuat postingan ini terus saya buka dan baca ulang.
    Terimakasih buat pertanyaan baliknya, Mba? Buat hasil nanya2 di jalan yang amat berharga…

    Selain kebaikan subjektif untuk setiap pribadi… saya sendiri percaya akan suatu kebaikan objektif yang mutlak. Kebaikan yang ndak bisa ditawar lagi untuk setiap diri. Selanjutnya jalan yang ditempuh maupun tujuan pada akhirnya akan kembali menjadi kuasa setiap pribadi… disini saya merasa beruntung bertemu banyak orang diperjalanan (seperti mba lala), yang berbagi cerita dan turut berbagi perca-perca peta besar kehidupan, semoga pada akhirnya nanti berhasil menjadi satu peta utuh yang jelas menuju arah yang dituju. Amien.

    Sudah jelaskan tujuan hidupmu?
    Bisa dibilang Bu Eny, saya sendiri memegang peta besar yang sudah terdapat didalamnya titik tujuan perjalanan ini. Dan saya ingin sekali kesana.
    Pertanyaan yang memang penting pada saat akan melangkah lebih jauh lagi ya, Bu?. Saya rasa saya pun akan membuka peta tersebut dan bertanya padanya, “Jadi, kalau kamu, dimana titik tuju nya?”. Mudah2an searah… Amien.

    Mas Ger, tanda-tanda itu pun ternyata ada disini, sudah 11 bagian baru memberikan tanda-tandanya sendiri buat kita semua pelajari. Maka dari itu saya hendak menghaturkan terima kasih untuk sahabat semua disini…. Salam bahagia sejati, untuk sahabat semua. Amien -japs-

  13. 13 eca

    b e r l a r i….sajalah Jap :D

    japs :
    capek ca.. gak bisa nikmatin pemandangan dengan damai… hehehe…

  14. [berfikir] …………….
    nggak ngerti :lol: :merasa berada di planet orang jenius: ………………

    japs :
    planet orang dodol gung, dodol garut… agak liat dan susah makannya, tapi lama-lama enaak lho… coba deh :p

  15. Setelah melampaui perjalanan selama 35 tahun, aku fikir diriku suah mengetahui arti hidup. Ternyata tidak demikian, suatu saat aku merasa sudah mengetahui arti hidup tetapi di suatu masa yang berikutnya aku bertemu dan melihat sesuatu yang berbeda ternyata aku belum tahu arti dari kehidupan itu. Sepertinya hidup memang perjalanan yang panjang banyak sekali hal hal yang bisa dipelajari dan dimaknai. Thanks

    japs :
    Mba Yulis, apa kabar? lama tak sua, senang melihatmua kembali. Seperti kata Mba Ernut, hidup memang misteri Mba, disaat tertentu kita sudah menguak artinya, ternyata ia masih menyimpan arti lainnya bebeapa saat kemudian, terus demikian selama kita masih hidup rasanya. terima kasih Mba Yulis. salam -japs-

  16. hmm…. japs apa kabar dirimu kini ?
    ada yang salah dengan kata2 ku ? :D maap tak bermaksud.
    aku jadi bingung.

    japs :
    jee… weleh, ndak ada… semua kata2 teman2 diatas malah jadi ilmu dan pembelajaran baru buat ku.

    pasti karena aku nulisnya rada ambigu aja jadi kmu jdi bingung… hehehe… maksud aku, pada akhirnya pertanyaan2 basic seperti ini memang akan terus mengalir menajdi pertanyaan lain yang mentransenden… kebetulan aja komen kamu pas banget… jadi kutulis demikian… duh, maaf kalo ketangkepnya lain ya jee.

    nah soal yang kutulis satu pertanyaan bisa lebih berbahaya dari 1000 jawaban, tiba2 aja aku jadi inget pendapat itu… seseorang yang terus bertanya bisa lebih membahayakan dari orang yang terus menjawab. Maka banyak di sejarah orang yang banyak tanya berakhir di hukum mati… (kok makin ngelantur ya?) hehehe…

    intinya mah ndak ada yang salah jee… tetep nyantai ya komen disini, semuanya bebaaaas… :p salam -japs-

  17. ohhhhhhh hahaha seep deh kirain soalnya bahasa japs berat banget haha.
    untung g kenapa2 ama kata2 aku, kalo kata2 aku salah kan bisa kacau hehe.

    japs :
    bahasanya meracau mungkin… hehehe….

  18. oya, blm dapet lagu2 efek rumah kaca yang baru ? aku ada ne linknya ? mau… mau… mau… ?

    japs :
    mau beli cd aslina… hehehe… makanya ndak mau baca liriknya dulu, takut spoiler *berlebihan* hahaha…. salam -japs-

  19. 19 meitya

    APAAA??? BANYAK BERTANYA DIHUKUM MATI??????? *mampus deh gw*

  20. Saya sedang berjalan-jalan,
    sampai kesini dan bertanya-tanya :
    Apa kabar Japs?
    Selamat menjalani hidup,
    cerah harimu !!

  21. Japs, japs… usia boleh muda, namun jiwamu ternyata tua, hihihiii… Perenungannya tu loh.. Jalan-jalan kaki itu hobi sy, sambil tetap bertanya-tanya, karena tanpa pertanyaan jalan akan teramat lengang.

  22. udah beli blm efek rumah kacanya ? hueheue daku sudah :P , manteb !

  23. Japs, apa kabar?
    Oooh …. ternyata lagi sibuk bertanya dan berjalan …
    Jangan khawatir, ada google, ada GPS
    Insya allah nggak akan tersesat

  24. 24 cmils

    hello Japs, dah lama nggak mampir ke terasmu nih….:)
    waw, yang kamu tulis ama yang pada reply sama2 beurad nih….ampe bingung mau comment apa…mmm, berjalan itu harus, dan bertanya itu juga harus… kalau cuma melakukan salah satunya, prosesnya gak akan komplit krn dua hal itu saling komplementer….boleh berjalan tp banyaklah lihat ke depan dan sesekali lihat spion…boleh bertanya tapi pilihlah tempat bertanya yang benar…dan mungkin banyak bersyukur atas jalan yang sudah kita lewatkan, apapun pilihan kita dulu…

  25. Wahh.. asyik juga, @Mas Japs…. renungan pendek tapi berbobot.

  26. bertanya terus berjalan deh..hehe.
    tp klo harus milih satu ya gw pilih jalan. hidup itu sendiri udah banyak pertanyaan-pertanyaan buat kita. nah klo bgitu drpd balik bertanya ke hidup mendingan jg kita mulai melangkah dan menjawab pertanyaan-pertanyaan hidup satu demi satu. bgitu bukan?

  27. Japs, lagi sibuk ya???… Kirain udah ketinggalan kereta maksudnya cerita, ternyata ngak juga masih dicerita yang sama. Just want to say Hai dan apa kabar japs.. :) Thanks

  28. terbang boleh ga japs?
    Biar bisa liat pemandangan indah.. *lho?*

    Btw, kalo saya belum tau titik akhir saya apakah artinya saya belum layak untuk menikah?? *sigh*

  29. @meitya :
    huahahaha… itu di jaman dulu Met, di jaman tiang gantungan dan hukum bakar masih ngetrend :)

    @mba tantie :
    sudah sampai mana nih jalan-jalannya, Mba? Kabar saya baik, masih di perjalanan nih mba.

    @G :
    Sama mba, hobby saya juga jalan-jalan. Kan gosipnya masih sama, malu bertanya sesat di jalan. hehehe, Indonesia banget nih….

    @jee :
    udaaah. kemarin juga abis nonton mereka di Konser Untuk Munir. “Jelas kalau kami marah, kamu dipercaya susah. Pantas kalau kami resah, sebab argumenmu payah!” Jadi satu lirik yang teramat genius bagi saya di lagu Mosi Tidak Percaya. ERK Rocks!

    @Tutinonka :
    Persis mba, perjalanan backpakerku terakhir semuanya mengandalkan google, dan google map di hape. hehehe…. jadi sedikit bertanya, banyak mengetik di hape. hehe

    @cmils :
    iya mbak, keduanya harus seimbang dalam satu perjalanan. :) dan bersyukur selalu menjadi poin utama perjalanan menjadi indah, tanpa syukur sehebat apapun perjalanan hanya akan jadi sumber gerutu tak berpengakhiran.

    @haniifa :
    wah, mas haniif, ayo dong mohon pendapat bijaknya buat bekal jalan lagi ke depan :)

    @cikal :
    “hidup itu sendiri udah banyak pertanyaan” persis, yang kadang perjalanan menemukan jawabannya justru malah melahirkan banyak pertanyaan lain alih-alih jawaban yang dicari, alih-alih jawaban yang hakiki.

    @mba yulis :
    justru tulisannya jalan di tempat nih mba, pemandangannya masih belum bergerak jauh dari titik sudut pandang yang kemarin…. :) kabar baik alhamdulillah. semoga baik juga dirimu disana, salam -japs-

    @sez :
    kadang saya ingin menjadi burung, tapi ternyata sudut pandang mata manusia merupakan sudut pandang terbaik dan sempurna untuk menikmati panorama bumi…

    nah kalo soal yang itu, coba kamu mohon pendapat sama Bunda Enny di atas :) Hemat saya, kalo diibaratkan dengan pergi backpacking bersama, tujuan itu menjadi penting. Kecuali kita mau jalan-jalan kemana google map membawa kita. :p

  30. kalau ada google maps mah saya pilih google maps.. Uncertainty is something sexy.. Hehe

    Btw, kalo ngomongin kutu, mungkin saya kutu yang ingin melihat si pesulap, tapi terlalu takut bakal dipites..

    japs :
    makanya ganti dulu hapenya jadi si keggoi ;p

    kayanya pesulapnya gak kaya ibu2 yang suka mitesin kutu sih. manjat ni?

    • engga ah..
      Saya mau jadi kutu yang manjat berdasarkan insting..
      Eh, maksud saya..
      Please lead the way.. *murahandotcom*

      japs :
      nggak ah, saya juga pengen leyeh2 aja… *kutu pemalas*


Leave a Reply