<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>japswords</title>
	<atom:link href="http://apakatajapra.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://apakatajapra.wordpress.com</link>
	<description>its only words, spontaneous simply &#38; frankly words from me: japs</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Dec 2011 15:54:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='apakatajapra.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>japswords</title>
		<link>http://apakatajapra.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://apakatajapra.wordpress.com/osd.xml" title="japswords" />
	<atom:link rel='hub' href='http://apakatajapra.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Satu Cita-cita</title>
		<link>http://apakatajapra.wordpress.com/2011/11/26/satu-cita-cita/</link>
		<comments>http://apakatajapra.wordpress.com/2011/11/26/satu-cita-cita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2011 01:24:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>japspress</dc:creator>
				<category><![CDATA[ocehan]]></category>
		<category><![CDATA[racauan]]></category>
		<category><![CDATA[tidur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://apakatajapra.wordpress.com/?p=884</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari nanti saya akan meminta supir saya untuk menyetir, terserah, kemana saja. Hanya karena saya ingin tidur dalam perjalanan. Betapa saya suka &#38; merasa tenang tidur diatas mobil yang sedang melaju, seperti tertidur pada bus malam di perjalanan ratusan kilo antar kota. &#8230; Setelah 2 jam berkendara, &#8220;Paijo!!!&#8221; &#8220;Iya, pak?&#8221; &#8220;Ya, tapi nggak keliling2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apakatajapra.wordpress.com&amp;blog=3944282&amp;post=884&amp;subd=apakatajapra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari nanti saya akan meminta supir saya untuk menyetir, terserah, kemana saja. Hanya karena saya ingin tidur dalam perjalanan. Betapa saya suka &amp; merasa tenang tidur diatas mobil yang sedang melaju, seperti tertidur pada bus malam di perjalanan ratusan kilo antar kota. </p>
<p>&#8230;</p>
<p>Setelah 2 jam berkendara,<br />
&#8220;Paijo!!!&#8221;<br />
&#8220;Iya, pak?&#8221;<br />
&#8220;Ya, tapi nggak keliling2 komplek doang juga kali!!!&#8221;</p>
<p>Salam</p>
<p>-japs-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apakatajapra.wordpress.com/884/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apakatajapra.wordpress.com/884/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apakatajapra.wordpress.com/884/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apakatajapra.wordpress.com/884/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apakatajapra.wordpress.com/884/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apakatajapra.wordpress.com/884/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apakatajapra.wordpress.com/884/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apakatajapra.wordpress.com/884/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apakatajapra.wordpress.com/884/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apakatajapra.wordpress.com/884/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apakatajapra.wordpress.com/884/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apakatajapra.wordpress.com/884/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apakatajapra.wordpress.com/884/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apakatajapra.wordpress.com/884/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apakatajapra.wordpress.com&amp;blog=3944282&amp;post=884&amp;subd=apakatajapra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apakatajapra.wordpress.com/2011/11/26/satu-cita-cita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ee46c5752df715635a0b4fed9020e40?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">japswords</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saat Hidup Lebih Hidup</title>
		<link>http://apakatajapra.wordpress.com/2011/07/29/saat-hidup-lebih-hidup/</link>
		<comments>http://apakatajapra.wordpress.com/2011/07/29/saat-hidup-lebih-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 17:32:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>japspress</dc:creator>
				<category><![CDATA[ocehan]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia raya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apakatajapra.wordpress.com/?p=869</guid>
		<description><![CDATA[Ada banyak hal yang dapat menghidupkan hidup kita, dan tentunya bagi tiap orang hal tersebut berbeda-beda. Mulai dari yang paling besar hingga yang paling sepele. Mungkin itu sebuah piala keberhasilan dalam pertandingan tingkat dunia, atau Taj Mahal yang saat itu berjarak tidak lebih jauh dari sepelemparan batu dari tubuhmu. Bisa  juga hanya sapuan ombak air [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apakatajapra.wordpress.com&amp;blog=3944282&amp;post=869&amp;subd=apakatajapra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada banyak hal yang dapat menghidupkan hidup kita, dan tentunya bagi tiap orang hal tersebut berbeda-beda. Mulai dari yang paling besar hingga yang paling sepele. Mungkin itu sebuah piala keberhasilan dalam pertandingan tingkat dunia, atau Taj Mahal yang saat itu berjarak tidak lebih jauh dari sepelemparan batu dari tubuhmu. Bisa  juga hanya sapuan ombak air laut yang begitu segar mengusap kulit telapak kakimu. Bagi saya saat ini hal tersebut adalah perjalanan sore ini menuju Gelora Bung Karno, menuju tempat dimana tim nasional kita akan melawan Turkmenistan dalam babak kualifikasi piala dunia.</p>
<p>Hidup terasa lebih hidup saat saya dan kawan-kawan berlari-lari menuju stadion setelah turun dari bus karena tidak lama lagi pertandingan akan dimulai. Bukan karena kami tidak ingin ketinggalan tendangan pertama dalam pertandingan itu. Juga bukan karena takut tidak mendapat tempat duduk di tribun dan harus berdiri 2 jam lamanya. Kami berlari menuju stadion, melesat melintasi puluhan orang, seperti tengah kesurupan, agar tidak ketinggalan saat-saat menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. Ya, lagu Indonesia Raya, kami tak ingin ketinggalan dan tidak ikut menyanyikannya disana.</p>
<p>Ransel berat berisi laptop saya tiba-tiba terasa ringan, entah mengapa, seketika saya rasa senang dan menyadari tengah berlari seperti anak kecil mengejar layang-layang, terasa bahagia dengan cara yang sederhana. Pada layar besar di depan stadion yang akan memutar pertandingan untuk penonton di luar stadion, tengah ditayangkan pemain yang sedang memasuki lapangan. Tidak lama lagi Indonesia Raya akan dikumandangkan, kami berlari lebih kencang, namun apadaya stamina jua yang akhirnya membatasi. Hehehe.</p>
<p>Pintu 8, karcis kami diperiksa dan disobek  untuk kemudian dapat masuk ke dalam lorong tangga menuju tribun. Di dalam lorong itu Indonesia Raya terdengar mulai menggema, kami berlari gopoh gapah menaiki tangga meski hanya untul satu bait saja. Dan berlari menaiki tangga lebih menguras keringat lagi, apalagi ditambah ikut menyanyikan lagu kebangsaan itu sambil terus berlari ke tribun paling atas. Tiga anak tangga lagi, dan disana saya berhenti karena tidak kuat lagi berlari. Berjalan sempoyongan menuju tribun, saya tahu sebentar lagi lagu ini akan mencapai coda.</p>
<p>Dari balik pintu tribun yang terlihat hanya punggung-punggung orang yang menghalangi pandang menuju lapangan, namun semakin dekat saya berjalan pemandangan itu sedikit demi sedikit mulai terlihat.  Hamparan bidang hijau dimana sebelas garuda siap bertarung, dikelilingi puluhan ribu pasukan merah dan putih, bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan kebanggaan kami semua: Indonesia Raya. Saya berdiri terpaku, bersidekap menatap kedepan, dengan pandangan setengah kosong, bersyukur, masih berkesempatan menyanyikan satu baris terakhir lagu kebangsaan kami:</p>
<p>&#8220;<em>Hiduplah Indonesia Raya&#8230;</em>&#8220;</p>
<p>Dan bagi saya, pada saat-saat seperti itu, hidup terasa begitu&#8230;</p>
<p style="text-align:center;">h i d u p .</p>
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">Salam</p>
<p style="text-align:right;">-japs-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apakatajapra.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apakatajapra.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apakatajapra.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apakatajapra.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apakatajapra.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apakatajapra.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apakatajapra.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apakatajapra.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apakatajapra.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apakatajapra.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apakatajapra.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apakatajapra.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apakatajapra.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apakatajapra.wordpress.com/869/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apakatajapra.wordpress.com&amp;blog=3944282&amp;post=869&amp;subd=apakatajapra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apakatajapra.wordpress.com/2011/07/29/saat-hidup-lebih-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ee46c5752df715635a0b4fed9020e40?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">japswords</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dunia yang Sunyi</title>
		<link>http://apakatajapra.wordpress.com/2010/11/25/dunia-yang-sunyi/</link>
		<comments>http://apakatajapra.wordpress.com/2010/11/25/dunia-yang-sunyi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2010 08:53:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>japspress</dc:creator>
				<category><![CDATA[ocehan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apakatajapra.wordpress.com/?p=863</guid>
		<description><![CDATA[Tadi, di pinggir jalan, saat saya berhenti sejenak untuk mengisi perut yang lapar di tengah pekerjaan, saya lihat dua orang tengah bercakap-cakap di sebelah saya. Seorang lelaki berumur kira-kira 30-an dan seorang siswi SMU yang masih mengenakan seragamnya. Butuh waktu hingga makanan di dalam mangkuk saya habis untuk sadari bahwa sedari tadi tiada sama sekali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apakatajapra.wordpress.com&amp;blog=3944282&amp;post=863&amp;subd=apakatajapra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi, di pinggir jalan, saat saya berhenti sejenak untuk mengisi perut yang lapar di tengah pekerjaan, saya lihat dua orang tengah bercakap-cakap di sebelah saya. Seorang lelaki berumur kira-kira 30-an dan seorang siswi SMU yang masih mengenakan seragamnya. Butuh waktu hingga makanan di dalam mangkuk saya habis untuk sadari bahwa sedari tadi tiada sama sekali suara yang terdengar dari kedua orang yang tengah bercakap-cakap tersebut. Lalu bagaimana saya bisa mengambil kesimpulan sejak awal, lalu merasa ada dua orang yang tengah bercakap-cakap di samping saya? Entahlah. Yang terjawab adalah pertanyaan mengapa tiada suara sama sekali disana. Ah, ternyata mereka tengah asyik bercakap-cakap dengan bahasa isyarat. Saya sebentar terpana, percakapan yang akrab dan asyik itu tidak mengeluarkan sedikitpun suara. Komunikasi terjalin melalui bahasa tubuh dan ekspresi wajah yang mereka pertunjukkan. Saya temukan indahnya komunikasi disana. Disana riuh dan bisingnya mobil yang lalu lalang tak ganggu sedikitpun pembicaraan mereka. </p>
<p>Saya sejenak bayangkan dunia mereka disana, tiada suara, begitu sunyi. Saya bayangkan lagi andai semua orang di dunia melakukan hal yang sama, tentu dunia akan menjadi begitu sunyi. Karena setiap huruf yang menjadi kata, tak lagi memiliki dimensi lain yang menyentuh telinga. Mereka menjadi sama seperti barisan huruf yang kita lihat disini. Berdiri sebagai sesuatu yang diam, sunyi, dan tak bersuara. Namun demikian, meski tanpa suara barisan huruf  ini dan bahasa tubuh itu tetap mampu berbicara. Dan mungkin saja, jauh lebih &#8220;terdengar&#8221; meski tak miliki suara. </p>
<p>Salam </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apakatajapra.wordpress.com/863/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apakatajapra.wordpress.com/863/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apakatajapra.wordpress.com/863/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apakatajapra.wordpress.com/863/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apakatajapra.wordpress.com/863/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apakatajapra.wordpress.com/863/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apakatajapra.wordpress.com/863/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apakatajapra.wordpress.com/863/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apakatajapra.wordpress.com/863/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apakatajapra.wordpress.com/863/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apakatajapra.wordpress.com/863/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apakatajapra.wordpress.com/863/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apakatajapra.wordpress.com/863/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apakatajapra.wordpress.com/863/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apakatajapra.wordpress.com&amp;blog=3944282&amp;post=863&amp;subd=apakatajapra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apakatajapra.wordpress.com/2010/11/25/dunia-yang-sunyi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ee46c5752df715635a0b4fed9020e40?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">japswords</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>How To Train Your Dragon</title>
		<link>http://apakatajapra.wordpress.com/2010/04/06/how-to-train-your-dragon/</link>
		<comments>http://apakatajapra.wordpress.com/2010/04/06/how-to-train-your-dragon/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 16:16:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>japspress</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[Dragon]]></category>
		<category><![CDATA[Father and Son]]></category>
		<category><![CDATA[film 3D]]></category>
		<category><![CDATA[Viking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apakatajapra.wordpress.com/?p=853</guid>
		<description><![CDATA[Seandainya saya seorang ayah dengan anak lelaki berusia diatas 6 tahun, saya akan mengajaknya hari Minggu ini untuk menyaksikan film ini berdua dengannya. Kenapa cuma berdua? kenapa nggak sekeluarga? Karena menurut saya film ini pas sekali jika ditonton oleh ayah dan anak lelakinya. Berkisah tentang Hiccup si Anak Viking yang dilahirkan berbeda dengan orang-orang Viking [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apakatajapra.wordpress.com&amp;blog=3944282&amp;post=853&amp;subd=apakatajapra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://1.bp.blogspot.com/_-tjeTo7mGzc/Szn3xH_9bKI/AAAAAAAAAD4/BP6pGYMTWM4/s400/how+to+train+your+dragon.jpg" alt="" width="400" height="267" /></p>
<p>Seandainya saya seorang ayah dengan anak lelaki berusia diatas 6 tahun, saya akan mengajaknya hari Minggu ini untuk menyaksikan film ini berdua dengannya. Kenapa cuma berdua? kenapa nggak sekeluarga? Karena menurut saya film ini pas sekali jika ditonton oleh ayah dan anak lelakinya.</p>
<p>Berkisah tentang Hiccup si Anak Viking yang dilahirkan berbeda dengan orang-orang Viking pada umumnya. Hiccup kurus, kecil, berwajah culun, sangat kontras dengan perawakan orang Viking yang gemuk, dan berwajah sangar. Demikian pula dengan ayahnya sang pemimpin Pulau Berk, tempat masyarakat Viking tinggal. Ia berwajah super sangar, berbadan super besar, dan berjenggot super lebat yang di kepang menjadi beberapa bagian, khas Viking. Hiccup dan sang ayah tidak pernah bisa berbicara sejalan, saat Hiccup ingin menjadi pembunuh naga seperti semua orang Viking,  ayahnya mengatakan bahwa bertarung melawan naga bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan anaknya yang kurus, kecil dan ceroboh ini.<br />
&#8220;Kau bisa menjadi apa saja asal bukan menjadi pembunuh naga.&#8221;</p>
<p>Namun ketika Hiccup berubah pikiran tidak ingin membunuh naga, justru ayahnyalah yang paling memaksanya untuk mengikuti latihan melawan naga. Hiccup dan ayahnya kembali beradu pendapat. Kali ini dengan pendapat keduanya yang berputar 180 derajat, namun satu hal yang tidak berubah, ayahnya tetap memaksa dan tak mau mendengar yang Hiccup katakan.<br />
&#8220;Ayah, nampaknya diskusi ini sangat berat kepada satu sisi saja&#8221;. Sisi ayahnya yang keras dan otoriter itu tentunya.<br />
&#8220;Dengan kapak ini kau akan menjadi petarung&#8221;. Lempar ayahnya menjatuhkan perintah yang tak mungkin dapat ditolak.</p>
<p style="text-align:center;">&#8230;</p>
<p>Ada dua hal yang menarik perhatian saya di film ini. Satu adalah hubungan ayah dan anak yang begitu apa adanya. Kedua adalah setiap ekspresi dan gestur karakter Hiccup di film ini. Hiccup adalah karakter anak yang humoris, anak yang cerdas sekaligus memiliki kebodohan-kebodohan kecil yang membuatnya jenaka. Ekspresi dan gestur seorang Hiccup jauh sangat menghibur saya melebihi cerita dan keindahan gambar di film ini, saya tidak merasa seperti melihat sebuah hasil <em>modelling</em> 3 dimensi, saya seperti melihat film manusia biasa. Tokoh 3D di film Avatar mungkin jauh lebih menyerupai makhluk yang benar-benar hidup, namun tokoh Hiccup jauh lebih hidup bagi saya. Hiccup lebih hidup karena ekspresi malasnya, gaya &#8220;<em>ngeles</em>&#8220;-nya, gestur kikuknya, laga sok-asiknya, juga ekspresi muka bloonnya. &#8220;He has a big heart&#8221;, kicauan seorang teman saya di Twitter. Atau &#8220;<em>I love Hiccup, too</em>.&#8221; kicau teman Twitter saya yang lain. Untuk keberhasilan tokoh Hiccup ini tentu saya harus berikan sembah takzim kepada seniman 3D dari Dream Works dan pengisi suara si kecil Hiccup, yaitu Jay Baruchel. Melihat karakter 3 Dimensi begitu hidup dalam ekspresi dan gestur yang wajar ternyata satu celah hiburan yang menyenangkan buat saya.</p>
<p style="text-align:center;">&#8230;</p>
<p>Hiccup yang selalu diremehkan karena kekurangan dan kecerobohannya ternyata mampu menyadarkan penduduk Berk bahwasanya naga yang selalu menyerang mereka tidak seperti yang mereka pikirkan. Satu persatu rahasia tentang Naga terbuka disaat Hiccup melatih Toothless, seekor naga yang berhasil ditangkapnya namun ia malah tidak tega membunuhnya, dan akhirnya naga itu menjadi sahabatnya. Kali ini hubungan anak manusia dan naga mulai menarik perhatian selain hubungan ayah dan anak.</p>
<blockquote><p>&#8220;<em>Everybody would kill him, then why didn&#8217;t you?&#8221; </em><em><br />
&#8220;I saw his eye, and he saw mine. I saw his fear in his eye, and so did he. I saw myself in him&#8221; </em></p></blockquote>
<p>Cerita film ini begitu ringan, kekuatannya justru pada kesederhanaan cerita dan karakternya. &#8220;Sangat ringan tapi ternikmati seluruhnya&#8221; lagi-lagi saya dapatkan pendapat ini dari kicauan teman Twitter saya. Durasi filmnya, sekitar 90 menit, bisa dibilang cukup pendek dan teman saya benar, ternikmati seluruhnya.</p>
<p>Jadi, untuk para ayah, silakan nikmati <em>popcorn </em>Anda bersama si jagoan kecil, dan dengarkan bersamanya satu kalimat yang semoga tidak akan pernah keluar dari &#8220;Hiccup&#8221; kecil Anda.</p>
<blockquote><p><em>Dad! for once in my life, please listen to me!!!</em></p></blockquote>
<p style="text-align:right;">Salam</p>
<p style="text-align:right;">-japs-</p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#999999;">Maaf kalo akhir-akhir ini isinya cuma cerita tentang film-film yang saya tonton, energi untuk menulis belum pulih untuk menulis sesuatu yang lebih serius. alesan :p</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apakatajapra.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apakatajapra.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apakatajapra.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apakatajapra.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apakatajapra.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apakatajapra.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apakatajapra.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apakatajapra.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apakatajapra.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apakatajapra.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apakatajapra.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apakatajapra.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apakatajapra.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apakatajapra.wordpress.com/853/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apakatajapra.wordpress.com&amp;blog=3944282&amp;post=853&amp;subd=apakatajapra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apakatajapra.wordpress.com/2010/04/06/how-to-train-your-dragon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ee46c5752df715635a0b4fed9020e40?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">japswords</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_-tjeTo7mGzc/Szn3xH_9bKI/AAAAAAAAAD4/BP6pGYMTWM4/s400/how+to+train+your+dragon.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>3 Idiots, Kali Kedua</title>
		<link>http://apakatajapra.wordpress.com/2010/03/25/3-idiots-kali-kedua/</link>
		<comments>http://apakatajapra.wordpress.com/2010/03/25/3-idiots-kali-kedua/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2010 17:30:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>japspress</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[3 idiots]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apakatajapra.wordpress.com/?p=846</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini kali kedua saya menonton 3 Idiots, dan masih, saya tertawa dibuatnya. Dan masih, mata saya sedikit basah di beberapa adegannya. Di tulisan sebelumnya, saya tak katakan adegan mana yang paling menguras air mata saya. Haha, saya tak malu katakan air mata saya terkuras, saya rasa karena memang sangat menyentuh. Adegan itu adalah adegan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apakatajapra.wordpress.com&amp;blog=3944282&amp;post=846&amp;subd=apakatajapra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><img class="alignnone" src="http://im.rediff.com/movies/2009/dec/01slide1.jpg" alt="" width="350" height="450" /></p>
<p style="text-align:left;">Hari ini kali kedua saya menonton 3 Idiots, dan masih, saya tertawa dibuatnya. Dan masih, mata saya sedikit basah di beberapa adegannya. Di tulisan sebelumnya, saya tak katakan adegan mana yang paling menguras air mata saya. Haha, saya tak malu katakan air mata saya terkuras, saya rasa karena memang sangat menyentuh.</p>
<p>Adegan itu adalah adegan dimana Farhan akhirnya memberanikan diri mengatakan kepada ayahnya bahwa ia tidak ingin menjadi Insinyur di hari ia akan melakukan wawancara kerja di akhir masa kuliahnya di sekolah teknik. Ia berusaha memberi tahu kepada ayahnya yang begitu menginginkan anaknya menjadi insinyur bahkan menentukannya di menit pertama kelahiran sang anak di dunia, ia berusaha memberi tahu kepada ayah yang mengorbankan satu-satunya AC di rumahnya dipasang di kamar sang anak agar dapat belajar dengan tenang, dan ia berusaha memberi tahu kepada ayah yang rela hanya memiliki motor, bukan mobil, untuk membiayai pendidikan sang anak, dan semua itu hanya untuk satu alasan: &#8220;Sang anak hidup terpandang menjadi seorang insinyur&#8221;.</p>
<p>Farhan berjuang melawan ketakutan yang sangat besar yang dimiliki seorang anak atas keinginan orang tua yang begitu besar dengan segala pengorbanannya.<br />
&#8220;Ayah, jika aku menjadi insinyur, selama hidupku aku akan mengutuki hidupku, selama hidupku aku akan menyesalimu&#8221;<br />
&#8220;Jika aku menjadi fotografer, mungkin gajiku lebih kecil, rumah dan mobilku juga, tapi aku akan mengerjakannya dengan sepenuh hati. Dan aku tak ingin menyesalimu, Ayah. Lebih baik aku sesali diriku.&#8221;</p>
<p>Farhan membuka dompetnya keitka ibunya menangis dan khawatir Farhan mengikuti hal yang dilakukan Raju sahabatnya, mencoba bunuh diri dan melompat saat kehidupan menekannya. Farhan berlutut di depan ayahnya, menunjukkan gambar ayah dan ibunya yang tersenyum di dalam dompetnya.<br />
&#8220;Lihat ayah, Rancho temanku yang ayah sebut mempengaruhiku itu yang memintaku memasang foto ayah dan ibu&#8221;<br />
&#8220;Ia memintaku untuk melihat foto ini setiap pikiran buruk itu datang, ia berkata: Apa yang akan terjadi dengan senyum ini jika kau melakukan hal bodoh itu? membunuh dirimu?&#8221;<br />
Saat itu rasanya mata saya hendak leleh, perang batin antara keinginan baik sang ayah untuk kehidupan anaknya dengan kehidupan yang diimpikan anak itu sendiri, kasih orangtua, dan kekuatan persahabatan meremas-remas perasaan dan mengaduk-aduknya dengan emosional.</p>
<p>Sang ayah berjalan meninggalkan Farhan menuju laptop yang baru saja dibelinya sebagai hadiah bagi anaknya yang akan segera lulus dan menjadi insinyur kebanggaannya.<br />
&#8220;Berapa harga sebuah kamera? Kamu jual laptop ini, Nak, kalau kurang bilang ayah&#8221;<br />
Farhan merangsek memeluk ayahnya dalam haru dan mata yang leleh, ia berhasil meyakinkan ayahnya, bukan sekedar hanya untuk satu pekerjaan yang diminatinya. Ia berhasil meyakinkan ayahnya, untuk hidupnya.</p>
<p>Hidup yang bagaimana lagi yang bisa kita banggakan selain hidup yang sesuai dengan panggilan jiwa kita? Hal ini benar-benar seperti menjungkir balikkan semua hal yang acap kali kita lihat di dalam hidup ini. Yang banyak kita seringkali lupa. Terlalu banyak Farhan-Farhan yang menyerah pada dunia yang disodorkan, yang mengorbankan harapan untuk selamanya hanya menjadi impian yang perlahan-lahan abu-abu dan hilang tergerus kehidupan.</p>
<p style="text-align:center;">&#8230;</p>
<p>Farhan, Raju, dan Rancho. Tiga bersahabat yang bersama-sama menjalani kuliah dalam kampus teknik nomor satu di India. Dengan sistemnya yang dianggap sangat kaku dan tidak mengarahkan mahasiswa untuk mengejar ilmu melainkan nilai dan prestasi belaka. Bertiga mereka menghadapi kehidupan kampus tersebut dengan permasalahan dan karakternya masing-masing. Farhan yang sebenarnya ingin menjadi fotografer fauna dan terjebak karena keinginan sang ayah, Raju yang menjadi tulang punggung keluarga sehingga begitu terbebani dan ketakutan dalam persaingan yang begitu ketat di dalam kampus. Sementara Rancho? Ia berbeda, sosok yang amat mencintai dunia teknik, menyukai mesin, dan menganggap kuliah bukan sekedar persaingan mengejar nilai sebaik-baiknya kemudian kembali bersaing mendapatkan perkerjaan terbaik. Ia menganggap kuliah adalah tempat kita melahap sebanyak-banyaknya ilmu yang ia sukai, untuk selanjutnya dapat melakukan yang terbaik dengan ilmu tersebut. Selanjutnya, maka kesuksesan itu sendiri yang akan menghampiri. Rancho menjadi sosok yang berpengaruh bagi kedua sahabatnya. Bagi Raju untuk keluar dari ketakutannya, bagi Farhan untuk keluar dari mimpi-mimpi ayahnya. Dan bagi seluruh dunia, dalam setiap pesannya:</p>
<blockquote><p><span style="color:#888888;">Chase excellence, and success will follow</span></p></blockquote>
<p style="text-align:center;">Amien</p>
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">Film ini begitu positif dan saya tak merasakannnya berkurang bahkan saat menonton kedua kalinya di bioskop. Aamir Khan, seorang aktor berusia 40sekian tahun, dan membuat saya tidak bermasalah melihatnya memerankan karakter berumur 18an, tentu saja karena kemampuan akting yang brilian. Kareena Kapoor, bagaimana mungkin ada wanita secantik itu?  Ah! Film ini terlalu menghibur.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apakatajapra.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apakatajapra.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apakatajapra.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apakatajapra.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apakatajapra.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apakatajapra.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apakatajapra.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apakatajapra.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apakatajapra.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apakatajapra.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apakatajapra.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apakatajapra.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apakatajapra.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apakatajapra.wordpress.com/846/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apakatajapra.wordpress.com&amp;blog=3944282&amp;post=846&amp;subd=apakatajapra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apakatajapra.wordpress.com/2010/03/25/3-idiots-kali-kedua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ee46c5752df715635a0b4fed9020e40?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">japswords</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://im.rediff.com/movies/2009/dec/01slide1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Melihat Manusia dari Mata Khan</title>
		<link>http://apakatajapra.wordpress.com/2010/03/21/melihat-manusia-dari-mata-khan/</link>
		<comments>http://apakatajapra.wordpress.com/2010/03/21/melihat-manusia-dari-mata-khan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 08:39:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>japspress</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Khan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apakatajapra.wordpress.com/?p=836</guid>
		<description><![CDATA[Melihat manusia dari sudut mata Khan. Adalah Rizwan Khan, seorang anak muslim yang menderita Asperger&#8217;s Syndrom namun mendapatkan pelajaran hidup dan kemanusiaan yang sangat berharga dari seorang ibu yang luar biasa. Seorang wanita yang paling mengerti dirinya. Dalam satu waktu terjadinya perselisihan antar agama Hindu dan Islam di India, sang ibu mengatakan satu hal yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apakatajapra.wordpress.com&amp;blog=3944282&amp;post=836&amp;subd=apakatajapra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><img class="alignnone" src="http://www.funrocker.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/My-Name-is-Khan-FunRocker.Com.jpg" alt="" width="453" height="526" />Melihat manusia dari sudut mata Khan. Adalah Rizwan Khan, seorang anak muslim yang menderita <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Asperger_syndrome">Asperger&#8217;s Syndrom</a></em> namun mendapatkan pelajaran hidup dan kemanusiaan yang sangat berharga dari seorang ibu yang luar biasa. Seorang wanita yang paling mengerti dirinya. Dalam satu waktu terjadinya perselisihan antar agama Hindu dan Islam di India, sang ibu mengatakan satu hal yang &#8220;menunjukkan dunia&#8221; pada sang anak.</p>
<p><em>&#8220;There are only two type of person. Good person who does good things, and bad person who does bad things&#8221;</em></p>
<p>Bukan karena agama Hindu baik, dan Islam jahat, ataupun Islam baik dan Hindu jahat. Yang ada hanyalah manusia yang baik karena melakukan hal yang baik, dan yang jahat karena melakukan hal jahat. Bukan masalah agama, tetapi masalah kemanusiaan. Rizwan tenggelam dalam pelukan sang ibu, ia dapatkan pelajaran yang tak pernah ia dapatkan di sekolah.</p>
<p>Rizwan cerdas dan memiliki kelebihan dalam memperbaiki mesin dan barang-barang selain memiliki sindrom yang membuatnya sulit berkomunikasi dengan baik di lingkungan sosial. Perhatian lebih dan ilmu kehidupan yang diberikan ibunya membuatnya menjadi sosok yang berhasil melawan keterbatasan dan menerobos masuk kehidupan yang normal. Perhatian lebih itu pula yang membuat sang adik cemburu dan meninggalkan ia dan ibunya untuk tinggal dan hidup di Amerika.</p>
<p>&#8220;Peluk ibu, anakku&#8230;&#8221;<br />
Rizwan menggelengkan kepalanya<br />
&#8220;Ayolah, 2 menit saja&#8230;&#8221; Rajuk sang ibu sembari menunjukkan kedua jarinya.<br />
&#8220;Dua menit?&#8221; Tanya Rizwan sembari juga menunjukkan kedua jarinya.<br />
Rizwan melihat kepada jam tangannya, kemudian memeluk tubuh orang yang paling dicintainya.<br />
&#8220;Pelukan itu hanya dua menit, namun mampu bertahan hingga 6 bulan &#8230; hari 7 jam&#8221;.<br />
Panutan hati itu pergi setelah sebelumnya meminta Rizwan berjanji untuk mengejar hidup yang bahagia seperti adiknya.</p>
<p style="text-align:center;">&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">Cerita berlanjut ringan dan humoris, menceritakan kehidupan Rizwan di San Francisco bersama sang adik, hingga akhirnya menikah dengan Mandeera, seorang Hindu India. Bersama Sameer anak tirinya mereka hidup bahagia. Rizwan menepati janjinya kepada sang ibu, ia meraih hidup bahagianya. Hingga peristiwa itu terjadi, peristiwa yang menjadi satu penanda dalam peradaban bagi umat beragama didunia, peristiwa 9/11.</p>
<p style="text-align:left;">Hidup umat muslim di Amerika mengalami perubahan yang signifikan pasca peristiwa 9/11. Tak terkecuali keluarga Rizwan, Mandeera, dan Sameer yang kini melekat sebuah nama di belakangnya, Khan. Sepertinya sudah jadi kewajiban saya untuk menyampaikan bahwa inti cerita film ini adalah perjuangan seorang Khan, untuk bertemu Presiden Amerika dan mengatakan sesuatu agar disampaikan kepada seluruh rakyat Amerika:</p>
<p style="text-align:left;">&#8220;<em>My name is Khan, and I am not a terrorist.</em>&#8220;</p>
<p style="text-align:left;">Dalam perjalanannya bertemu presiden, simak hubungan manis antara Khan, Muslim India dan keluarga Mama Jenny, seorang Nasrani Afro-America di Georgia, yang lembut mengkritisi hubungan antar ras dan agama yang begitu rentan di negara ini. Juga negara kita?</p>
<p style="text-align:center;">&#8230;</p>
<p>Memang benar, ini bukan film tentang terorisme atau peristiwa 9/11. Ini film tentang cinta kasih, tentang hubungan antar manusia, antar umat beragama. Film yang penuh cinta dengan satu sudut pandang paling indah dalam melihat manusia. Dan Khan mengajarkan kita cara melakukannya.</p>
<p>Hahaha bukan<em> review</em> yang  bercerita tentang filmnya keseluruhan, maaf ya, Tapi Kajolnya cantik! Sinematografi ciamik!<br />
<em><br />
And, Shakrukh Khan, we&#8217;re not worthy bow for ur great act!</em></p>
<p style="text-align:right;">Salam</p>
<p style="text-align:right;">-japs-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apakatajapra.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apakatajapra.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apakatajapra.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apakatajapra.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apakatajapra.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apakatajapra.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apakatajapra.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apakatajapra.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apakatajapra.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apakatajapra.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apakatajapra.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apakatajapra.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apakatajapra.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apakatajapra.wordpress.com/836/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apakatajapra.wordpress.com&amp;blog=3944282&amp;post=836&amp;subd=apakatajapra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apakatajapra.wordpress.com/2010/03/21/melihat-manusia-dari-mata-khan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ee46c5752df715635a0b4fed9020e40?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">japswords</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.funrocker.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/My-Name-is-Khan-FunRocker.Com.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Robohnya Museum Kami</title>
		<link>http://apakatajapra.wordpress.com/2010/03/15/dan-museum-fatahillah-itupun-roboh/</link>
		<comments>http://apakatajapra.wordpress.com/2010/03/15/dan-museum-fatahillah-itupun-roboh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 13:48:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>japspress</dc:creator>
				<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan lepas]]></category>
		<category><![CDATA[kota kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[museum fatahillah]]></category>
		<category><![CDATA[video mapping]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apakatajapra.wordpress.com/?p=826</guid>
		<description><![CDATA[Sorotan sinar projector menerangi seluruh permukaan fasada Museum Fatahillah dengan intensitas yang cukup tinggi, ciptakan efek menyala. Sorot sinar proyeksi itu berkerejap seperti listrik kekurangan daya. Terang, gelap, terang, gelap, terang, gelap dalam selisih waktu sepersekian detik. Sorotnya  menjiplak tampak bangunan museum itu dengan cahaya, outline sinar biru mengeliling bingkai setiap jendela museum, hal itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apakatajapra.wordpress.com&amp;blog=3944282&amp;post=826&amp;subd=apakatajapra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="color:#808080;">Sorotan sinar </span><em><span style="color:#808080;">projector</span></em><span style="color:#808080;"> menerangi seluruh permukaan fasada Museum Fatahillah dengan intensitas yang cukup tinggi, ciptakan efek menyala. Sorot sinar proyeksi itu berkerejap seperti listrik kekurangan daya. Terang, gelap, terang, gelap, terang, gelap dalam selisih waktu sepersekian detik. Sorotnya  menjiplak tampak bangunan museum itu dengan cahaya, outline sinar biru mengeliling bingkai setiap jendela museum, hal itu menampakkan wajah Museum Fatahillah yang tampak berbeda dengan efek flourescent menyala, dan sampai pada satu titik dimana Museum Fatahillah itupun roboh, pecah berkeping-keping dalam efek visual proyeksi video di fasada bangunan. Ribuan penontonpun berdecak kagum, riuh dalam kekaguman.</span></p></blockquote>
<p>Setidaknya itu yang saya rasakan kala menyaksikan satu scene video mapping 3D pada acara Jakarta Creative City Festival, malam minggu,13 Maret 2010, kemarin. Tentunya scene tersebut yang paling dahsyat karena efek visualnya yang paling canggih diantara scene-scene lainnya. Menggabungkan antara fasade bangunan museum, dengan teknologi video 3D. Kreatif dan brillian, alias Krellian, halah!</p>
<p>Sejak awal dimulainya video 3D ini, pandangan saya tertarik pada penunjuk tahun yang tersorot pada tengah kepala bangunan, deret angka tahun yang bertambah dan berkurang menandai periode tahun. Petunjuk tahun itulah yang menyampaikan bahwa video mapping 3D ini berusaha menampilkan wajah Kota Jakarta sejak masih bernama Sunda Kelapa, Batavia, Jayakarta hingga Jakarta. Sejak masih berupa rawa-rawa dengan ancaman wabah malaria, sampai berupa hutan-hutan beton dengan ratusan mal yang nyata-nyata masih menyisakan sedikit sekali ruang kreatif bagi warganya.</p>
<p>Karya kreatif ini menjadi awal dari satu tujuan menjadikan Kota Tua Jakarta sebagai pusat industri kreatif di Jakarta. Sesuai slogan : &#8220;Kota Kreatif, Jakarta Punya&#8221;. Tentunya perwujudan dan pengembangan komunitas kreatif dalam suatu kota tidak semudah dan seinstan penciptaan slogan diatas, namun kegiatan ini menjadi satu langkah awal yang akan membuat kemungkinan-kemungkinan menuju &#8220;Jakarta Kota Kreatif&#8221; semakin terbuka. Bayangkan, bila banyak orang bisa menikmati suguhan kreatif setiap minggunya di Taman Fatahillah sebagai ruang kreatif seperti malam minggu kemarin. Dan banyak orang lainnya menikmati suguhan kreatif lainnya di Taman Menteng, Silang Monas, Taman Ayodya, Taman Surapati, Jalur Pedestrian Thamrin, Pantai Ancol, Parkir Timur Senayan, dan tempat-tempat lainnya. Apresiasi terhadap satu karya kreatif akan semakin berkembang, budaya kreatif dalam kota pun seiring akan tumbuh. Tak perlu lagi film-film komedi dan horor picisan berbumbu &#8220;penyedap&#8221; berlebihan itu untuk hiburan rakyat, tak perlu lagi sinetron-sinetron pengasong mimpi ke tiap-tiap rumah lewat kotak yang bernama televisi.</p>
<p>Saya merindukan suatu saat nanti ketika saya ke Jakarta, saya menjadi bingung diantara banyak ajakan yang sama menariknya, seperti: Ayo, nonton lenong Betawi, Jap! Nonton ondel-ondel, aja! Gimana kalo nonton pertunjukan tanjidor? Ayolaah, nonton tari topeng betawi! Mending nonton rampak kendang, kali! Atau, kita nonton pertunjukan kreatif sineas indie aja! Ayo nonton pantomim! Eh, nonton video mapping lagi yok, kali ini di Gedung Arsip lho&#8230;.! Ayo buruaaan, jangan kelamaaan mikir yang mana, Jap!!!!</p>
<p>Wah wah wah&#8230;. sebelum itu sih kayanya emang harus duluan ada ajakan:</p>
<p>&#8220;Ayo! Rebut ruang kreatif kita!&#8221;</p>
<p style="text-align:right;">Terima kasih buat Seniman Multimedia D-Fuse, Sakti Parantean, Adi Panuntun, dan tim untuk sebuah karya seni yang menghibur publik Jakarta dan warnai Kota Tua Jakarta dalam satu semangat kreatif yang luar biasa.</p>
<p style="text-align:right;">salam</p>
<p style="text-align:right;">-japs-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apakatajapra.wordpress.com/826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apakatajapra.wordpress.com/826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apakatajapra.wordpress.com/826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apakatajapra.wordpress.com/826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apakatajapra.wordpress.com/826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apakatajapra.wordpress.com/826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apakatajapra.wordpress.com/826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apakatajapra.wordpress.com/826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apakatajapra.wordpress.com/826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apakatajapra.wordpress.com/826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apakatajapra.wordpress.com/826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apakatajapra.wordpress.com/826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apakatajapra.wordpress.com/826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apakatajapra.wordpress.com/826/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apakatajapra.wordpress.com&amp;blog=3944282&amp;post=826&amp;subd=apakatajapra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apakatajapra.wordpress.com/2010/03/15/dan-museum-fatahillah-itupun-roboh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ee46c5752df715635a0b4fed9020e40?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">japswords</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesiangan!!!</title>
		<link>http://apakatajapra.wordpress.com/2010/03/15/kesiangan/</link>
		<comments>http://apakatajapra.wordpress.com/2010/03/15/kesiangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 03:07:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>japspress</dc:creator>
				<category><![CDATA[arsitektur-sosial]]></category>
		<category><![CDATA[ocehan]]></category>
		<category><![CDATA[Kereta]]></category>
		<category><![CDATA[kesiangan]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apakatajapra.wordpress.com/?p=822</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Ca, kok belum berangkat? kesiangan ya?&#8221; Samar-sama suara kakak saya membangunkan saya yang lelap. Sempat beberapa detik berpikir lambat sampai akhirnya terbangun dengan panik! &#8220;Apa? Sekarang jam berapa, Teh?&#8221; tanya saya sembari terduduk. &#8220;Udah jam 1/2 8&#8243; &#8220;Hah!!!&#8221; Teriak saya yang kaget dan panik karena seharusnya naik travel ke Bandung jam 5 pagi, karena harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apakatajapra.wordpress.com&amp;blog=3944282&amp;post=822&amp;subd=apakatajapra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Ca, kok belum berangkat? kesiangan ya?&#8221;</p>
<p>Samar-sama suara kakak saya membangunkan saya yang lelap. Sempat beberapa detik berpikir lambat sampai akhirnya terbangun dengan panik!</p>
<p>&#8220;Apa? Sekarang jam berapa, Teh?&#8221; tanya saya sembari terduduk.<br />
&#8220;Udah jam 1/2 8&#8243;<br />
&#8220;Hah!!!&#8221; Teriak saya yang kaget dan panik karena seharusnya naik travel ke Bandung jam 5 pagi, karena harus masuk kantor jam 8. Panik dan kaget tidak lantas membuat saya bergegas mandi dan berangkat karena saya tak tahu harus ke Bandung naik apa. Ada pemberangkatan lagi jam berapa, dari mana dan sebagainya. Saya benar2 <em>blank</em>.</p>
<p>&#8220;Ya udah sana mandi dulu&#8221; ucap kakak saya.<br />
Tapi saya malah bengong, setengah merutuki diri sendiri, melihat kepada <em>handphone</em> yang kelihatannya lupa saya pasang alarm-nya. Atau terpasang namun saya matikan tanpa sadar saat tertidur, entahlah.</p>
<p>Saya mandi lalu putuskan berangkat ke Aya Travel Depok-Bandung, <em>go-show</em>, kalau dapet syukur, kalau ngga saya bakal cari travel ke Bandung yg berangkat dari Lenteng Agung, Cipaganti Travel. Di dalam angkot saya gunakan <em>hape</em> untuk <em>browsing</em> nomor telepon Cipaganti di Lenteng. Saya dapat nomornya, namun tak bisa dihubungi. Angkot berjalan perlahan karena kemacetan dan saya berpikir untuk naik Xtrans dari Blora-Sudirman saja karena pemberangkatan ke Bandung disana setiap setengah jam. Sekarang jam 1/2 8, jam 8.20 nanti saya bisa naik kereta Depok Express ke arah Stasiun Sudirman, jadi tinggal jalan ke Blora. Asal bisa segera nyampe Stasiun Depok Lama sih, amaaan&#8230;.</p>
<p>Tiba-tiba telepon saya berbunyi, saya lihat ke layarnya, telepon dari kakak saya.<br />
&#8220;Ca! charger laptoplu ketinggalan&#8221;.<br />
Argh! kenapa pas buru-buru gini malah ada yang ketinggalan&#8230;<br />
&#8220;Ya udah deh, gue balik lagi&#8221; Dyem, harapan saya untuk mengejar kereta Depok Expres punah sudah.<br />
Saya akhirnya turun lagi, dan naik angkot ke arah sebaliknya. Mengambil charger laptop, dan kembali pamit pergi kepada kakak saya dan suaminya.</p>
<p>Travel Aya Depok-Bandung belum tentu ada pemberangkatan jam 9.<br />
Travel Cipaganti di Lenteng Agung gak bisa dihubungi.<br />
Saya telepon Xtrans Blora Jalan Sudirman, dan dapat pemberangkatan yang jam 9, sementara sekarang sudah jam 8 dan saya masih di angkot di Depok. Kalau saya sempat mengejar kereta Depok Express ke Stasiun Sudirman jam 8.20. Jam 9 kurang 15 mungkin saya sudah bisa sampai Sudirman, masih ada harapan ternyata. Tapi ini jalanan menuju stasiun depok macet banget. Panik, saya berulang kali melihat penunjuk waktu di hape, berharap angkot bisa segera berjalan lancar keluar dari kemacetan.</p>
<p>Sampai di pertigaan Jalan Margonda saya turun dan berlari menuju ojek, tanpa saya beritahu kemana tujuan saya tukang ojek langsung tancap gas ke arah Stasiun Depok Lama dengan kencang. Nampaknya ia sudah paham kalau gerak buru-buru penumpang yang  keluar angkot, berlari menuju ojek berarti : &#8220;<em>Stasiun, cepat! Sebelum saya ketinggalan kereta</em>&#8220;.  Tepat pukul 8.15 saya sampai di depan loket stasiun berkat tukang ojek. Kereta Depok Express itu sudah menanti di peron 2, 5 menit lagi berangkat, saya masuk dan duduk dengan tenang dan lega. Xtrans Blora pemberangkatan jam 9, sepertinya masih akan terkejar. Jika tidak toh ada pemberangkatan 1/2 jam berikutnya di travel ini. Yaah, walaupun saya tentu akan tetap sangat telat sampai kantor di Bandung.</p>
<p>Sekarang, sudah pukul 10.00, dan saya masih di dalam mobil Xtrans menuju Bandung tepatnya di Km.56. Duduk tenang sendiri di kursi paling belakang, <em>online</em> dengan laptop saya, dan langsung menulis kejadian kesiangan ini, pagi ini juga di perjalanan ke Bandung. Ah&#8230; betapa saya cinta laptop dan <em>hape</em> saya. Terlebih lagi, betapa saya cinta naik kereta di Jakarta.</p>
<p style="text-align:right;">Salam</p>
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">-japs-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apakatajapra.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apakatajapra.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apakatajapra.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apakatajapra.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apakatajapra.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apakatajapra.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apakatajapra.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apakatajapra.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apakatajapra.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apakatajapra.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apakatajapra.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apakatajapra.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apakatajapra.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apakatajapra.wordpress.com/822/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apakatajapra.wordpress.com&amp;blog=3944282&amp;post=822&amp;subd=apakatajapra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apakatajapra.wordpress.com/2010/03/15/kesiangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ee46c5752df715635a0b4fed9020e40?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">japswords</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I Hear Babies Cry&#8230;.</title>
		<link>http://apakatajapra.wordpress.com/2010/03/14/i-hear-babies-cry/</link>
		<comments>http://apakatajapra.wordpress.com/2010/03/14/i-hear-babies-cry/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 16:53:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>japspress</dc:creator>
				<category><![CDATA[ocehan]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Kereta]]></category>
		<category><![CDATA[louis armstrong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apakatajapra.wordpress.com/?p=817</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja semalam saya bercerita hal remeh temeh kecil yang tak terduga dan terrencana selalu membuat hidup saya lebih hidup. Jika kemarin malam hal remeh kecil itu terjadi di omprengan, maka pagi tadi hal remeh kecil itu terjadi di dalam sebuah gerbong kereta ekonomi ac jurusan Jakarta Kota. Satu hal yang menarik perhatian saya adalah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apakatajapra.wordpress.com&amp;blog=3944282&amp;post=817&amp;subd=apakatajapra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru saja semalam saya bercerita hal remeh temeh kecil yang tak terduga dan terrencana selalu membuat hidup saya lebih hidup. Jika kemarin malam hal remeh kecil itu terjadi di omprengan, maka pagi tadi hal remeh kecil itu terjadi di dalam sebuah gerbong kereta ekonomi ac jurusan Jakarta Kota.</p>
<p>Satu hal yang menarik perhatian saya adalah, begitu banyak bayi dan anak balita di dalam gerbong itu. Hampir semuanya di dalam gendongan ayah atau ibunya. Dan satu gerbong menjadi semerbak harum bayi-bayi habis mandi, hahaha&#8230; Saya lihat bayi lelaki kecil di gendongan ibunya yang tenang, saya lihat kakaknya yang masih balita di gendongan ayahnya lebih aktif menunjuk2 dengan senyuman dan tawa yang hanya dia dan Tuhan yang tahu maksudnya, senyum dan tawa dalam dunianya sendiri. Tak jauh dari keluarga muda kecil itu ada bayi lain yang juga tertidur tenang, berbalik kanan, saya melihat lagi-lagi bayi di gendongan, melirik ke arah yang lebih jauh, juga sama, bayi lagi&#8230; bayi lagi&#8230; ada apa dengan gerbong kereta ini di siang hari ini? Kenapa begitu penuh dengan bayi&#8230; dan bayi??? Saya pikir ini adalah &#8220;Family on the train time&#8221;. Minggu siang yang cerah, waktu yang tepat untuk berjalan-jalan membawa si kecil naik kereta ekonomi tapi ber-ac ini. Tak sedikit bayi yang bukannya senang malah menangis dan gelisah di dalam. Ada yang berhasil ditenangkan sang ibu, ada juga yang menangis menjerit tiada henti.</p>
<p>Stasiun Cawang, tempat saya akan turun sebentar lagi kereta ini sampai. Saya mengambil posisi di depan  pintu kereta, di kanan saya si bayi yang terus menangis, sementara di sisi kiri saya balita lain di gendongan ibunya, tatapnya melihat ke arah saya, saya &#8220;godain&#8221; dia tanpa sepengetahuan si ibu, dia bingung dan untungnya nggak nangis. &#8220;Tuh liat tuh, ade yang itu nangis tuh, kesian ya&#8230; cup cup cup&#8221; Ucap ibunya pada anak sembari menunjuk ibu lain yang kewalahan dengan anaknya yang terus menangis, berteriak dan terus menerus menangis&#8221;</p>
<p>Dan sesaaat kereta perlahan berhenti lagu Louis Armstrong yang di bawakan Buble di iPod saya secara tak terduga sampai di bait:</p>
<blockquote><p><em><span style="color:#808080;">I hear babies cry&#8230; I watch them grow&#8230; They&#8217;ll learn much more, than I&#8217;ll ever know&#8230;</span></em></p></blockquote>
<p>senyum  saya tersungging, &#8220;hal remeh kecil ini&#8230; &#8221; batin saya.</p>
<blockquote><p><em><span style="color:#808080;">And I think to myself&#8230; What a wonderful world&#8230;</span></em></p></blockquote>
<p>Pintu kereta terbuka, saya melangkah keluar, berhenti di atas peron, terpaku dalam bauran rasa yang aneh, serta kecamuk pikiran. Mulut saya masih tersenyum, namun mata saya terasa sedikit berair.</p>
<blockquote><p><em><span style="color:#808080;">Yes I think to myself&#8230;  What a wonderful&#8230; w o r l d</span></em></p></blockquote>
<p>Saya kembali berjalan keluar stasiun dengan setumpuk rasa bahagia tiba-tiba. Lagi-lagi, karena satu hal remeh kecil yang tak terduga.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apakatajapra.wordpress.com/817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apakatajapra.wordpress.com/817/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apakatajapra.wordpress.com/817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apakatajapra.wordpress.com/817/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apakatajapra.wordpress.com/817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apakatajapra.wordpress.com/817/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apakatajapra.wordpress.com/817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apakatajapra.wordpress.com/817/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apakatajapra.wordpress.com/817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apakatajapra.wordpress.com/817/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apakatajapra.wordpress.com/817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apakatajapra.wordpress.com/817/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apakatajapra.wordpress.com/817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apakatajapra.wordpress.com/817/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apakatajapra.wordpress.com&amp;blog=3944282&amp;post=817&amp;subd=apakatajapra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apakatajapra.wordpress.com/2010/03/14/i-hear-babies-cry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ee46c5752df715635a0b4fed9020e40?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">japswords</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mendadak Ngompreng</title>
		<link>http://apakatajapra.wordpress.com/2010/03/13/mendadak-ngompreng/</link>
		<comments>http://apakatajapra.wordpress.com/2010/03/13/mendadak-ngompreng/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 18:49:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>japspress</dc:creator>
				<category><![CDATA[ocehan]]></category>
		<category><![CDATA[dan sebenarnya]]></category>
		<category><![CDATA[gelantungan]]></category>
		<category><![CDATA[omprengan]]></category>
		<category><![CDATA[yuna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apakatajapra.wordpress.com/?p=813</guid>
		<description><![CDATA[Saya lihat mobil omprengan di depan saya itu, tampak seorang lagi masuk ke dalam mobil pick-up dengan terpal hitam menutupi baknya. Seorang yang masuk itu sepertinya penutup sisa tempat terakhir dalam omprengan itu. Meski demikian saya tetap berjalan menujunya, sekiranya masih ada sisa tempat sedikit untuk duduk, saya lihat kenek masih memanggil-manggil saya berteriak “Depok! [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apakatajapra.wordpress.com&amp;blog=3944282&amp;post=813&amp;subd=apakatajapra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya lihat mobil omprengan di depan saya itu, tampak seorang lagi masuk ke dalam mobil <em>pick-up</em> dengan terpal hitam menutupi baknya. Seorang yang masuk itu sepertinya penutup sisa tempat terakhir dalam omprengan itu. Meski demikian saya tetap berjalan menujunya, sekiranya masih ada sisa tempat sedikit untuk duduk, saya lihat kenek masih memanggil-manggil saya berteriak “Depok! Depok! Berangkat langsung!”. Waktu saat itu saya kira sekitar pukul 00.00, lokasi di Pasar Minggu.</p>
<p>Saat tepat di belakang bak mobil omprengan saya melongok ke dalam, melihat sekiranya ada sisa tempat duduk yang nyatanya tiada. Sesaat itu juga mobil perlahan berjalan, bersamaan dengan beberapa orang yang berdiri di samping saya naik ke atas mobil bak itu, berpegangan pada “frame” terpal lalu bergelantungan.  Tanpa pikir, timbang apalagi hitung-hitung saya ikuti gerakan orang-orang disamping saya itu berbarengan dengan omprengan yang langsung berjalan tinggalkan Pasar Minggu membawa semobil penuh penumpang dengan lima penumpang-gelantung di belakang, termasuk saya.</p>
<p>Tangan kiri saya sedang memar, praktis hanya bisa bergelantung dengan satu tangan, tapi yang saya pikirkan hanya pengalaman pertama menggelantung di mobil omprengan Pasar Minggu – Depok di tengah malam. Ransel saya menggelantung hanya di satu bahu dengan laptop didalamnya yang tak sempat saya sampirkan di kedua bahu karena keputusan singkat menggelantung saja tadi, tapi alih-alih berpikir kemungkinan ransel jatuh dan laptop bisa rusak, saya justru terpaku menatap jalan, resapi  angin yang menerpa wajah sekencang mobil melaju, tersenyum-tampak-gigi sepanjang perjalanan, dan tiada beralih masuk kedalam bak mobil saat berangsur-angsur penumpang turun dan kursi di dalam kosong.</p>
<p>Saya rogoh saku celana, keluarkan <em>earphone</em> iPod saya yang masih menjepit di saku, memasangnya di kedua telinga, menekan tombol <em>play</em>, mengencangkan volumenya hingga maksimum ‘tuk melawan deru angin yang juga bervolume tak kalah maksimum. Terdengar petikan gitar akustik musisi baru malaysia, Yuna. Saya rasakan lagu ini pas sekali iringi saya bergelantung di omprengan saat tengah malam di Jalan Margonda Raya yang belum juga mati.</p>
<p>“Adakah-perasaan-benci-ini-sebenarnya-cinta, yang masih&#8230;  bersemadi untukmu&#8230;?”</p>
<p>Dan sebenarnya, spontanitas, juga hal-hal remeh kecil yang tak terduga dan terrencana seperti ini membuat hidup saya terasa lebih&#8230; h i d u p . . .</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apakatajapra.wordpress.com/813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apakatajapra.wordpress.com/813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apakatajapra.wordpress.com/813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apakatajapra.wordpress.com/813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apakatajapra.wordpress.com/813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apakatajapra.wordpress.com/813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apakatajapra.wordpress.com/813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apakatajapra.wordpress.com/813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apakatajapra.wordpress.com/813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apakatajapra.wordpress.com/813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apakatajapra.wordpress.com/813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apakatajapra.wordpress.com/813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apakatajapra.wordpress.com/813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apakatajapra.wordpress.com/813/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apakatajapra.wordpress.com&amp;blog=3944282&amp;post=813&amp;subd=apakatajapra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apakatajapra.wordpress.com/2010/03/13/mendadak-ngompreng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ee46c5752df715635a0b4fed9020e40?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">japswords</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
