Fiuh…

Akhirnya daftar satu lagi website blog lainnya, setelah bikin di friendster, multiply dan blogspot. Yang semuanya juga tidak dibuat menjadi produktif dengan tulisan-tulisan selayaknya blog pada umumnya.

Jadi begini ceritanya. Awalnya saya nulis apa aja yang saya mau di blog friendster, lalu terhenti dan tak pernah nulis lagi. kemudian baru on lagi waktu bikin di multiply, dan ternyata di multiply saya lebih asik upload foto2 alih-alih menulis blog. Yang terakhir saya membuat juga di blogspot, hanya saja statusnya masih privat, karena tulisannya sebatas prosa-prosa pribadi yang belum berani dibaca publik. Loh? lalu ngapain di post di internet. hm… mungkin suatu saat akan ada yang berhasil menemukannya dan menjadi harta terakhir saya yang berharga buat anak cucu atau siapapun nantinya. Sebuah cerita yang terpendam lama… tentang hati, tentang jiwa, dan segala keterpurukan maupun kebangkitannya. Yang hanya bisa dikeluarkan saat merasa tidak ada yang akan membacanya dalam waktu dekat. heu….

Trus ngapain bikin blog lagi disini… Naaah pertanyaan itu yang gue tunggu2. (loh sapa yang nanya juga kata yang baca). Awalnya bikin blog disini gara-gara satu hari ini saya membaca banyak sekali postingan tentang Gaby yang mati bunuh diri namun sempat menyanyikan lagu yang bagus sekali (tunggu saja disini saya juga akan posting tentang Gaby versi saya :P). Ceritanya absurd sekali karena memiliki banyak versi, bahkan satu blog ada yang menuliskan hingga 8 versi. Buset!!! banyak amat. Usut punya usut, ternyata malah tambah kusut. saya gak berhasil nemuin website yang menyertakan data-data yang bisa dipertanggungjawabkan bukti2nya, malah tertarik sama wordpress-nya, dan jadi kepengin bisa nulis apapun kaya orang2 yang nulis tentang Gaby. Jadi kalo di blogspot saya ketak-ketik prosa pribadi, kalo disini saya ketak-ketik suka-suka buat siapapun yang santai lagi gak ada kerjaan dan baiiiiik banget luangkan waktunya buat baca. makasi… arigato gozaimasu…

jadi selamat baca suka suka, se-suka suka si japra nulis. hehehe…

salam dari Bandung, 10 Juni 2008

-japs-