Sony Dwi Kuncoro akhirnya membukukan kemenangannya sebagai juara tunggal putra Djarum Indonesia Open 2008. Setelah mengalahkan teman satu Pelatnas Simon Santoso dengan skor akhir 19-21, 21-14, 21-9. Pertandingan berlangsung seru karena kedua pemain menyuguhkan permainan terbaiknya. Bao Chunlai pun tidak akan sia-sia menonton pertandingan mereka dari bangku penonton bila bermaksud mempelajari permainan kedua pemain Indonesia tersebut.

Pada awal set pertama Sony memimpin permainan dan terus meraih angka terlebih dahulu, namun kemudian Simon mampu mengambil alih permainan. Sony seperti biasanya membutuhkan waktu yang lama untuk bisa “panas” dan menemukan permainannya. Ia pun harus kalah terlebih dahulu dengan skor 19-21. di set kedua irama permainan mulai ditemukan Sony, persis seperti melawan Bao Chunlai malam kemarin, Ia terus menekan Simon hingga meraih skor 7-1. Permainan yang konsisten terus diperlihatkan Sony hingga terus memimpin skor 14-5. Sony akhirnya mampun mencapai gamepoint dengan skor 20-11. Simon pun berusaha terus mengejar hingga angka 20-14, namun skor sudah terlalu jauh hingga 21-14 harus mengakhiri set kedua tersebut.

Pada set penentuan Sony tetap bermain baik, dan Simon malah banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri, menurut Kompas.com, sebanyak 10 pukulan Simon dinyatakan keluar oleh hakim garis. Sony unggul hingga 13-6 kemudian 19-7. Terlalu jauh untuk Simon dapat mengejar skor Sony Dwi Kuncoro, dan pukulannya yang tidak dapat melewati net pada skor 20-9 harus membuatnya merelakan gelar Juara Tunggal Putra Indonesia Open 2008 jatuh pada kawannya yang telah menduduki peringkat ke 6 dunia, tepat satu peringkat diatas Taufik Hidayat. Selamat untuk Sony Dwi Kuncoro, Juara Tunggal Putra Djarum Indonesia Open Super Series 2008. Semoga prestasinya saat ini mampu memberikan energi lebih untuk meraih emas pada Olimpiade Beijing 2008.