Maria Kristin Yulianti masih belum menjadi juara Indonesia Open 2008, setelah dikalahkan pemain unggulan pertama Cina, Zhu Lin. Pebulutangkis putri peringkat keempat di dunia. Maria kalah terhormat dengan skor akhir 18-21, 21-17, 14-21, setelah memberikan penampilan terbaiknya sepanjang Indonesia Open 2008 ini. Kemampuan bermain yang semakin matang terlihat dari taktik-taktik memikat yang dilakukannya. Maria mampu menyetarakan kualitas permainannya dengan peringkat empat dunia itu.

Maria Kristin - Dokumen Kompas.com

Maria Kristin -foto dok. kompas.com/Wisnu Widiantoro

Sejak game pertama Maria sudah memperlihatkan permainannya yang konsisten dan taktis, bola-bola lop kebelakang yang disambung dengan chop, kemudian diselesaikan dengan drop shot menyilang yang mematikan seringkali menghasilkan angka sekaligus decak kagum bagi penonton. Skor bagi Zhu Lin lebih banyak karena kesalahan-kesalahan Maria sendiri dalam mengembalikan bola, akibatnya Maria sempat tertinggal 18-12, namun dengan kegigihan dan permainan andalannya ia berhasil mendekati hingga skor 18-19. Namun dua angka terakhir berhasil didapatkan oleh Zhu Lin. Game pertama berhasil ditutup Zhu Lin dengan skor 21-18.

Tidak bisa dipungkiri, pertandingan ini merupakan pertandingan paling menarik dibanding ketiga pertandingan final sebelumnya. Hal tersebut karena pertandingan ini merupakan kali pertama bagi Maria Kristin yang peringkat ke-34 dunia memasuki babak final Indonesia Open. Lawannya pun tidak main-main, pemenang Indonesia Open tahun 2006, juga tiga kali menjadi finalis pada turnamen yang sama (2006, 2007, 2008). Pertandingan juga menarik karena Maria yang notabene-nya kalah dari segi pengalaman, tetapi mampu memberikan permainan yang jauh lebih menggigit dibanding lawannya. Pada set kedua Maria terus “mempermainkan” Zhu Lin dengan rally-rally panjang yang sering diakhiri dengan dropshot mematikannya. Zhu Lin tidak bermain seperti pemain Cina yang agresif biasanya, ia lebih banyak mengikuti permainan Maria, dan mengumpulkan angka demi angka melalui kesalahan-kesalahan Maria. Rally-rally panjang yang mendebarkan terus terjadi menyebabkan kedua pemain tampak kelelahan, terutama Zhu Lin yang terus menerus mengulur waktu hingga akhirnya mendapat kartu kuning dari wasit asal Thailand, P.Chantarpaichit. Melalui permainan rally panjang, dropshot-dropshot tajam, netting-netting cantik, lop-lop tinggi, overhead, drive dan berbagai atraksi lainnya, rally terakhir di game kedua menghasilkan angka 21 untuk Maria. Game kedua ditutup dengan skor 21-17 untuk Maria yang memaksakan rubber-game.

Game ketiga menjadi harapan terakhir bagi ribuan penonton di Istora, dan lebih banyak lagi penonton di rumah atas kemenangan pemain tunggal putri terbaik Indonesa tersebut. Di awal game ketiga Maria sempat tertinggal 6-1 oleh Zhu Lin yang mampu dipecahkannya melalui bola tanggung akibat menyentuh net yang langsung disambarnya dan merubah skor menjadi 6-2, lalu terus mengejar hingga mendekati skor Zhu Lin 8-6. Namun setelahnya Maria terus tertinggal hingga skor 13-7, setelah skor menyentuh angka 15-10 Zhu Lin terus menambah angkanya menjadi 19-10. Maria terus bersemangat mengejar hingga skor 14 diraihnya, namun dua skor Zhu Lin berikutnya menetapkannya sebagai Juara Tunggal Putri Indonesia Open 2008.

Perjuangan sudah dilakukan, dan waktu pun telah menentukan. Maria belum menjadi juara, namun jelas ia manjadi srikandi harapan bangsa pada pertandingan-pertandingan berikutnya. Go Maria Go Maria Go!

salam olahraga

-japs-

sumber:

  1. http://kompas.com
  2. http://indonesiaheadlines.com