Setelah sekian banyak orang mereview pemain-pemain dalam Djarum Indonesia Open Super Series 2008. Kini izinkan saya yang justru mengomentari komentator turnamen bulutangkis kelas dunia tersebut. Khususnya komentator pada pertandingan final yang ditayangkan di Trans7, 22 Juni 2008.

Sekilas mungkin kita tidak terlalu memperhatikan setiap komentar komentator pada pertandingan-pertandingan tersebut, karena terlalu asik dengan permainan sang pebulutangkis pujaan hati (berlebihan, heu). Tapi sesungguhnya tanpa ada komentar dari komentator pertandingan akan terasa sepi (seperti sayur kurang garam, mecin, bawang, dll heu) karena tidak ada yang “menemani” kita dalam menyaksikan pertandingan menegangkan tersebut.

Pada final Djarum Indonesia Open, komentator cukup mencuri perhatian, karena gaya bicaranya yang santai, ceplas ceplos, bahkan kadang-kadang berkelakar humoris. Yang menyenangkannya lagi, komentator pada final ini lebih “cerewet” dibanding komentator di semifinal, jadi lebih rame. Bisa dibilang beliau menjalankan tugasnya dengan total, karena hampir tidak ada sedikit pun waktu yang kosong karena tidak diisi dirinya berkomentar.

Kasus wajar dan yang amat membantu :

komentator: Maria melakukan serve ala susi susanti, zhu lin lop, netting, DROP SHOT CANTIK OLEH MARIA!!! MAsih dapat dikembalikan oleh Zhu Lin, Overhead, Lop, WOOOO HOOOOO…. DROP SHOT MEMATIKAN MARIA KRISTIN. YAAA… angka Untuk Maria!! (catatan komentator ini sering sekali meneriakkan “WOOOO HOOOO”)

Kasus spesial dan ada-ada aja adalah:

saat pukulan Suetsuna (pemain jepang) mengenai hidung Lilyana Natsir, pemain Jepang itu merasa bersalah dan terus meminta maaf.

komentator : ya’ seharusnya 3 poin untuk pemain jepang, karena berhasil mengenai hidung Lilyana.

saya : …..

Kasus iseng dan mau tau aja :

Saat Sony Dwi Kuncoro berhasil mengalahkan Simon Santoso, kamera menyorot kekasih Sony Dwi Kuncoro yang berdiri bertepuk tangan, dan inilah kurang lebih komentar sang komentator:

Komentator : Tampak kekasih Sony Dwi Kuncoro menyambut kemenangan sang kekasih, Ciuman hangat tampaknya akan diterima Sony sore ini.

Saya : *Gubrakkkk*

Kasus phylogenic :

Kamera tentu saja sering menyorot kondisi penonton di pinggir lapangan, tak terkecuali para supporter-supporter wanita yang duduk di kursi penonton. Entah itu gambar close up, medium up, atau seluruh badan. Berikut hasil dari tugas sang komentator yang akan mengomentari apapun yang muncul di layar televisinya.

“gaaadis-gaaadis cantik”

“cukup manis”

“maaanisnya”

“maanis sekali”

dan kami semua yang menonton pun tertawa sambil geleng-geleng kepala. hehe.

Luar biasa menghibur komentator kita yang satu ini, sayang saya tidak mencatat namanya. Masih banyak lagi komentar-komentar yang menarik dan cukup membantu penonton di rumah mengurangi ketegangan. Maka dari itu saya tidak lupa berterima kasih kepada seluruh komentator yang telah menemani seluruh penonton dengan komentar-komentar. Juga kepada kameraman, dan kru-kru yang turut membantu siaran langsung Djarum Indonesia Open 2008, tanpa kalian tulisan-tulisan ini tidak akan mungkin tertulis disini. Terima Kasih, dan…

Salam Olahraga,

-japs-