Saat makan malam di sebuah warung, saya dan kawan terhenyak melihat liputan sebuah mobil polisi menabrak seorang mahasiswa yang demo hingga terpental. Video tersebut diputar berulang-ulang memperlihatkan tabrak lari oleh mobil polisi tersebut. Cukup provokatif bagi kami, sehingga langsung memaki-maki mobil tersebut.

Sesampai di rumah saya buka kompas.com untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, Polisi dengan sengaja menabrak orang dan langsung melarikan diri jelas bukan hal yang wajar. Anggaplah mahasiswa tersebut nekad menghadang polisi dan polisi tidak sengaja menabraknya. Saya rasa polisi tersebut akan tetap kabur, karena tidak mungkin berhenti di tengah kumpulan massa yang “memusuhinya” saat itu.

Menurut harian online Kompas.com, siang tadi digelar aksi demonstrasi menentang kenaikan harga BBM di depan gedung MPR/DPR oleh ribuan massa dari elemen mahasiswa dan masyarakat. Berakhir dengan ricuh massa demonstran berhasil dipukul mundur oleh aparat kepolisian. Aksi tersebut berbuntut kerusuhan dengan aksi pembakaran ban, juga pembakaran mobil berplat merah yang melintas di depan Kampus Atmajaya. Massa sempat memblokade Jalan Jendral Sudirman pada jalur cepat ke arah Blok M yang mengakibatkan kemacetan disepanjang Jalan Jendral Sudirman dan sekitarnya. Massa baru berhasil dibubarkan berkat dua pasukan SSK diturunkan di depan Kampus Atmajaya lengkap dengan sebuah water canon yang memadamkan mobil yang dibakar massa.

Mengenai mahasiswa yang tertabrak mobil polisi, masih menurut kompas.com, mahasiswa tersebut tergabung dalam aksi yang sama di depan gedung MPR/DPR. Arpi mahasiswa asal Jambi tersebut tengah ikut berdemonstrasi bersama rekan-rekannya yang sedang melampiaskan kemarahan dengan menimpuki mobil polisi. Naas bagi Arpi, saat ia ingin bergabung melampiaskan kemarahan, mobil patroli tersebut menabraknya, ia pun terpental sejauh lima meter (kejadian tersebut lah yang saya lihat di warung makan tadi). Arpi segera dilarikan ke Rumah Sakit Jakarta dengan sebuah Taksi. Arpi datang ke jakarta sebagai perwakilan dari Jambi dalam Temu Aliansi Lintas Generasi (Tali Generasi) untuk melakukan aksi solidaritas kematian Maftuh dan juga aksi penuntutan pembatalan keputusan kenaikan harga BBM.

Suatu Ironi terjadi disini, ketika para “pahlawan” pembela rakyat nekad melakukan tindakan anarki atas dasar kepentingan rakyat. Dan sang pelindung-penjaga rakyat menabrak lari sang “pahlawan”. Siapa salah siapa benar, tak mampu saya simpulkan. Biarkan tulisan ini menjadi sedemikian banalnya, tetap tak mampu saya berpendapat. Hanya mampu bertanya dimana nurani pada saat semua itu terjadi?

stop kekerasan, please…

salam damai

-japs-

ps: tulisan hanya merupakan suntingan pribadi, untuk liputan resminya silahkan kunjungi web sumber.

sumber: http://kompas.com