Tak pernah mengira malam kemarin merupakan satu malam terakhir bagi orang yang saya cintai. Tak pernah mengira beliau akan pergi secepat itu. Tak pernah mengira hari ini akan tertunduk kaku mendengar kabar buruk itu sesaat sampai disana untuk melihat keadaannya. Tak pernah saya mengira sebelumnya, tak pernah, karena manusia memang tidak pernah dapat mengetahui masa depan, tak pernah pula mampu mendahului mengetahui apa gerangan kehendak-Nya.

Ya Tuhan… ampuni saya yang masih terlelap dipagi Uwa’ memanggil nama saya. Dipagi saat adzan-Mu memanggil hamba-hamba-Mu untuk bangun dan shalat subuh. Dipagi Kau panggil ia untuk kembali ke sisi-Mu yang damai.

“Maafin, Wa'”

Semoga Uwa’ beristirahat dengan tenang dan mendapat tempat yang terbaik disisi-Nya. Amien.

“Selamat Jalan, Uwa'”