“Jap, besok kamu dateng ke Kickfest?”
Saya terdiam, yang sepertinya langsung terbaca dikening saya “kickfest? apa itu?
“Kickfest!!! kickfest!!! salah satu acara besar di Helarfest!!!”
“Oh, iya.. iya…”
jawab saya pura-pura tahu yang kurang sukses sepertinya.
“You should manage your social and professional life, jap!”

“…..”

Oke, bagi temen-temen di Bandung yang belum tahu apa itu KICKFest, dont worry be happy. Karena masih ada saya, salah satu temen kuper kalian. Mari mulai bergaul bersama-sama, hehehe….😛

KICKFest adalah festival besar tahunan KICK (Kreative Independent Clothing Kommunity), sebuah bazzar clothing dan distro-distro yang April 2008 lalu di gelar di Yogyakarta, sebulan kemudian di Makasar. Dan pada tanggal 1,2, dan 3 Agustus 2008 kemarin digelar di Lapangan Gasibu Bandung, sebagai bagian dari seluruh rangkaian acara Bandung Helarfest 2008.

Dalam tiga hari penyelenggaraanya omzet yang didapat dari acara ini mencapai 15 Milyar. Hal ini tidak mengherankan, karena pada saat saya (akhirnya) kesana suasananya memang benar-benar ramai, bukan sekedar ramai orang sekedar datang dan lewat, tetapi ramai berbelanja dan sibuk memilih baju-baju gaul dan keren yang ditawarkan tiap kiosnya. Antusiasme masyarakat berburu pakaian lokal seperti ini sangat memberikan angin segar bagi perekonomian industri kreatif. Bosan juga melihat produk impor lebih diminati dibanding produk lokal ciptaan negeri sendiri. Bravo dan salut buat teman-teman komunitas industri kreatif! Sukses selalu dan terus berkarya.

Minggu siang itu saya kesana bersama Dicke, teman saya, setelah sebelumnya mampir ke Galeri Botol dan Galeri Pot di sekitar Jembatan Pasupati, yang merupakan acara lainnya dari Bandung Helarfest 2008, yaitu: Bandung Architecture Family Festifal (BAFFest). Dari Galeri Pot kami terus berjalan ke arah Gasibu, Gedung Sate melalui Jalan Sulanjana, lalu Jalan Diponegoro.

Di jalan depan Gedung Sate kami disambut sebuah gapura besar dan beberapa karya seni instalasi yang menarik. Berjalan terus, tidak jauh dari gerbang, persis di depan gedung sate, terdapat arena skateboard yang penuh dikeliling orang-orang yang ingin melihat para muda ber-skateboard. Suasana festive benar-benar terasa, sangat happening, ramai dan menyenangkan.

Sementara itu di tengah lapangan, tenda-tenda putih distro-distro itu penuh sesak dengan orang-orang yang sibuk berbelanja. Cuaca Bandung yang panas tidak menyurutkan semangat “belanja terus sampai bangkrut” para pengunjung KICKFest 2008.

Acara ini juga menampilkan band-band indie setiap harinya. Malam nanti kebetulan adalah malam terakhir acara ini. Acara akan ditutup oleh band-band indie seperti : Vincent Vega, Efek Rumah Kaca, Mocca, dan The SIGIT. Menyusul di postingan berikutnya. Sukses buat seluruh komunitas kreatif independen Indonesia. Salam.