“Sampai ketemu lagi, ya…”
Sebuah ungkapan ringan yang terdengar begitu menyenangkan.

Sampai ketemu lagi,
sebuah ungkapan spontan, tersamar keinginan hati untuk berjumpa kembali.

Sampai ketemu lagi,
tiga buah kata terakhir untuk perpisahan temporer yang relatif takkan memakan waktu lama.

Sampai ketemu lagi,
sebuah kalimat sederhana yang saya curi dengar pagi tadi dari seorang
asing yang beranjak pergi meninggalkan kerabatnya yang membuat saya berpikir lalu menuliskannya disini.

Sampai ketemu lagi,
tiga kata yang saya temukan terdengar begitu ringan dalam ucapan
namun demikian begitu berbobot tinggi dalam arti.

So… Kawan…

Sampai ketemu lagi…