kumenatap dalam kelam
tiada yang bisa kulihat
selain hanya nama-Mu Ya Allah

esok ataukah nanti
ampuni semua salahku
lindungi aku dari segala fitnah

Kau tempatku meminta
Kau beriku bahagia
jadikan aku selamanya hamba-Mu yang slalu bertakwa

ampuniku Ya Allah
yang sering melupakanmu
saat kau limpahkan karunia-Mu
dalam sunyi aku
bersujud…

pada-Mu

 

ah… berulang kali saya tulis-hapus tulis-hapus setiap kata yang hendak saya tuliskan disini, semua saya rasa tak mampu mewujud “rupa” apa yang benar-benar saya rasakan pada saat saya mendengarnya. Saat itu rasa damai melingkup di hati, membuat berair pelupuk mata ini tertahan, membuat tertekan mengempis rongga di dada ini, menciut, berdegup, berderu, kencang sperti hendak meledak sejalan pelupuk yang akhirnya meluap sudah akan air emosi…

“makhluk macam apa ini yang tak pernah hentinya lupa akan semua kelembutan Kasih-Mu Ya Rabbi?”
“hamba macam apa ini yang sulit bersyukur saat Kau sudah berikan ia dunia, dan masih ia tak mampu genapi takwa?”

*dan kuharap damai ini senantiasa disini, bersama sadarku, bersama tangisku*

sperti mana kala melodi ini merasuki telinga, lingkupi hati, ingatkan ku tuk senantiasa
bersujud pada-Mu.

amien

nb : thanks to afgan syahreza dan pencipta lagu ini