setelah berminggu-minggu lamanya saya ragu pulang…
saya putuskan untuk pulang dan menatap kembali ruang lapang yang belum terlalu banyak barang, 
namun kini kacaunya tak alang kepalang…

saya tekan meja yang langsung menempelkan debu tebal di telunjuk saya.
membersihkannya dengan bantuan ibu jari saya, dan bertebaranlah debu yang hempas menghempas dari sisi meja tulis setelah tiupan mulut ini…

enyahlah debu…
berikan tempat…
biarkan saya kembali menulis dengan tenang, di meja ini, di rumah ini…

menatap sisa mendung ke cakrawala melalui sudut jendela…
izinkan saya sampaikan salam untuk kerabat semua,
maafkan diri yang tak selalu ada tuk sekedar menyapa.

salam dan tabik

-japs-