Pesawat sampai di Bandara Hang Nadim Batam, saya beserta rombongan langsung diterima oleh pihak travel yang membawa kami ke bus, bus yang mengantar kami ke hotel untuk sekedar check-in  lalu segera meluncurkan kembali rombongan ke tempat makan siang, saya ingat namanya Restoran Kediri. Sesaat masuk kedalamnya saya percaya ini pasti restoran enak, kenapa? karena sedang ada Bondan Winarno syuting Wisata Kuliner-nya disana. Dan benar saja, sate ayam, udang goreng tepung, sapo tahu, tom yam goong, sapi lada hitam dan lainnya, hampir ludes saya bantai. Rasanya nikmat, hanya saja penganan itu sudah terlanjur dingin oleh hembusan ac di ruangan. 

Perjalanan dinas ini perjalanan survey saya untuk sebuah proyek di kantor, namun saya takkan banyak membahas mengenai proyek tersebut. Bisa panjang ceritanya, lebih baik saya laporan pandangan mata saya mengenai kota ini saja. Sekilas, kesan saya saat mulai memasukinya adalah: Batam, Kota Seribu Ruko. Luar biasa, rukonya, banyaaak sekali. Dimana-mana ruko, disini ruko, disana ruko. Rasanya ini memang benar-benar surga buat yang hobby belanja *mulai berlebihan*. Tapi memang begitulah adanya. Sepanjang mata memandang dari jendela bis, ruko saja yang terlihat. Namun kesan tersebut perlahan pudar saat kami mulai dibawa menuju bagian lain Kota Batam, menuju kawasan Jembatan Barelang.

Jembatan Barelang

Jembatan Barelang merupakan rangkaian 6 jembatan yang menghubungkan tiga pulau terbesar di Kepulauan Batam, yaitu : Batam, Rempang, dan Galang. Jembatan ini dibangun atas prakarsa BJ. Habibie dan rampung dibangun pada tahun 1992. Jembatan-jembatan ini berhasil menghubungkan transportasi darat antar pulau dengan infrastruktur yang luar biasa baik. Satu potensi yang dimiliki oleh Kota Batam yang tidak dimiliki oleh banyak kota lain di Indonesia. Awalnya saya ingin bercerita banyak tentang jembatan ini, tapi saya pikir lebih baik saya ungkapkan dengan beberapa gambar saja. Untuk cerita mengenai jembatan ini bisa diklik di sini dan sini. Berikut gambar-gambar jembatan tersebut, namun maaf jika kurang bagus dan informatif, foto snapshoot🙂.

Jembatan Fisabilillah

Jembatan diatas merupakan jembatan yang terbesar, yaitu Jembatan Tengku Fisabilillah. Jembatan ini sering disamakan dengan Golden Gate di San Francisco karena struktur kabelnya. Berikut beberapa gambar lainnya dari jembatan ini : 

Mengapa saya bilang kesan saya seketika berubah ketika mencapai daerah ini? Karena keindahan Kepulauan Riau seketika terlihat dan terasa oleh saya ketika memasuki kawasan Barelang ini. Air Laut yang biru kehijauan tenang tanpa debur ombak, hembusan angin segar membuat sinar matahari tak terasa terik lagi, atau perahu motor nelayan yang membuat garis busa air yang menjejak membuntut dibelakang, perlahan menghilang dan kembali tenang. Mungkin hal tersebut yang membuat banyak orang senang berwisata ke jembatan ini untuk sekedar lewat atau turun dan melihat-lihat pemandangan disana.

 

Bus kami terus berjalan menuju Pulau Galang, tempat dimana para pengungsi dari Vietnam tinggal selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Berikutnya di Japswords.

*gaya banget, padahal mah udah ngantuk tak sanggup lagi meneruskan nulis*

 [Selanjutnya : Batam, Dalam Catatan – Pulau Galang, Kamp Pengungsi Vietnam]