Saya mendapat pekerjaan rumah dari Mba Milla, Mba Imelda, dan Aga (bahasa kerennya tagged, halah). Udah bukan anak SMA tapi masih dikasih PR, duh. hehehe… alhasil baru ngerjain sekarang, dan sekalian aja dikerjain, jadi sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, jadi konon begini ceritanya :

1. Each blogger must post these rules
2. Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves
3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten
things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names.
4. Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog.

ready, get set, go!

1. Pecinta Makan [baca : maruk]
kalau kata beberapa orang saya hanya mengenal kata enak dan sangat enak, betulkah itu? hm, bisa ya bisa ngga, tapi kadang saya akui standar saya untuk bilang makanan enak cukup rendah hehe, tukang indomie kornet di simpang dago saya bilang enak hanya karena ia menggoreng duu kornetnya, sementara pedagang lain memberikannya tanpa dimasak. hal simpel membuat saya dengan mudahnya bilang makanan enak, yang kadang membuat saya berdebat dengan seseorang yang kecewa karena rekomendasi saya tidak sesuai harapannya. hei, enak gak enak itu subjektif bro!! haha… tapi kalo kamu masih mau tanya dimana tempat makan enak di bandung, hooo, saya punya banyak list yang saya yakin cukup memuaskan lidah anda tuk bergoyang (halah)

2. Rada Gokil [baca : malu-maluin]
dari sma saya udah sering dibilang gokil, oke oke, sering dibilang malu-maluin maksudnya. saya relatif sering melakukan kebodohan yang menjadi bahan celaan teman-teman, suatu kali di kelas dua sma teman sebangku saya (si iwan) dengan lalimnya menganiaya saya dengan jari2nya pada pinggang saya yang gelian itu, karena ogah dan geli saya naik2 sampe ke bangku kelas (tentu saja gak ada guru saat itu) sampai punggung dan pinggang belakang saya menyenggol kaca nako yang lepas dan “Krompyanggg!”

pecah di teras kelas! seketika kelas hening, waktu seakan berhenti sepersekian detik bagi saya, dan sialnya saat waktu mandeg semua wajah satu kelas menatap pada satu arah dan tujuan, SAYA! oke, life must go on, saya harus jalankan lagi detik kehidupan ini, dan hadapi kenyataan, saya ambil tindakan, satu-satu nya cara dengan mengucapkan sesuatu.
“Bukan gue!!! bukan gue!!!” kata saya sembari memberikan aba-aba dang kedua belah tangan separti melambai2 kecil. pembelaan yang sangat bodoh, jelas-jelas satu kelas ngeliat itu nako kesenggol dan jatuh, kenapa juga masih ngelak, “dodol!!!” hahaha… dan semua tertawa melihat saya pucet, terutama si aga temen di belakang gue, yang gue yakin dia masih inget dengan detil peristiwa itu. “puas lu ga?” hahaha… dan masih banyak keonyonan lainnya terutama kalo lagi jalan-jalan kongkow ala anak sma jaman dulu. (berasa purba banget ngomongnya)

3. Pecinta Keindahan / Phylogenic [baca : jelalatan]
tak bisa saya pungkiri kepala dan leher ini masih sering bergerak seperti mesin ketik “tek terek tek terel tek treeeeeeek” kala “keindahan” lewat didepan mata. seseorang yang mengaku bernama jene soepandi hafal betul kebiasaan ini sampai-sampai saya selalu menemukan wajahnya penuh senyum simpul saat tersadar dari “keindahan” yang membius beberapa detik lamanya. satu waktu di KM 19, kami sedang duduk menunggu bos kami yang beli tahu sumedang saat beberapa wanita cantik lewat di depan kami, saya tahu namun saat itu saya terlalu fokus dengan kelelahan paska survey sepanjang jalan kenangan di kawasan kemang. saya yakin dia pasti dengan seenaknya akan memperhatikan saya yang mulai “jelalatan” namun sayang dia tak menemuinya, dan tampak bingung tanpa berkata apapun, saya mengerti dan saya bilang “gue lagi cape pe” yang di jawabnya denga tawa puas. “ya saya tahu yang kamu tahu” dan akhirnya “kamu tahu kalau saya tahu yang kamu tahu cukup dengan beberapa isyarat”
dulu dengan beberapa sahabat sering bermain jam2an, jam 11, jam 12, untuk menunjuk arah dimana keindahan berada, saya yakin beberapa dari kalian tahu permainan ini, itu artinya kalian sama-sama omdo (omong doang) seperti kami, haha, beraninya ribut dibelakang tanpa aksi yang pasti. hohoho… at least kita masih bisa mengapresiasi keindahan? betul?

4. Melankolis Vs Sanguinis
beberapa yang sudah baca tulisan saya mungkin sudah bisa langsung menghakimi saya yang mellow alias mehe-mehe, hahaha… kebetulan memang betul, tapi disisi lain saya juga punya sisi sanguin yang gokil buat senjata nutupin kemehean tersembunyi, hahaha… ada yang bilang kepribadian ganda, bisa ya bisa ngga, saya juga gak gitu ngerti ama psiko analisis diri saya sendiri, yang jelas saya gak schizofrenia. Cuma punya beberapa karakter yang bersilangan dibeberapa hal, dan itu wajar.

5. Pecinta Pohon [phylodendron]
oke saya tahu kalo phylodendron itu sejenis tanaman yang mirip dengan anthurium dan mudah dipelihara sehingga suatu sekolah di jakarta memeliharanya untuk dijual dan mendapatkan pendapatan untuk sekolah. namun saya gunakan disini karena phylodendron sendiri memang berarti pecinta pohon, dan saya memang cinta pepohonan. saya suka Trembesi (Samanea saman), Filicium deficiens (kere payung), Mahoni, dan pohon-pohon lain yang tajuknya lebar serta menjulur-julur indah. Tapi saya tidak suka Ketapang (Terminalia catappa), subjektif, saya tidak suka daunnya yang terlalu lebar dan sering sobek, kalau kemarau mengumpulkan debu yang banyak sehingga sering berkesan kotor. Kalau saya jalan, dengan menikmati pohon aja udah bisa tenang, bisa buat saya senyum, dan merasa damai (asli gak berlebihan, serius, suwer) hehehe… apalagi kalo sambil mungut biji pinus. ah indahnya dunia…

6. Introvert
abeees, saya jarang cerita sesuatu tentang saya secara keseluruhan, hanya saya dan Tuhan yang tahu siapa saya dan apa yang saya pikir dan rasakan sebenarnya (sok misterius) *melindungi kepala dari timpukan* Konon katanya orang yang sering nyimpen sesuatu tanpa mengeluarkannya lebih berpotensi terkena penyakit Kanker Kelenjar Getah Bening, ini pendapat yang saya denger waktu kecil dan dengan oonnya masih saya inget sampe sekarang, buset kecil2 aja udah mikirin masalah yang disimpen sendiri dan kanker getah bening. hehehe… naah, makanya saya nulis blog biar sedikit-sedikit apa yang perlu dikeluarin keluar (kok agak aneh ya kalimatnya? :p ) Disini saya bisa nyeritain hal-hal yang gak bisa saya ceritain secara oral (makin aneh lagi, kemampuan verbal yang sangat buruk!), dan menuliskannya dengan lepas, walo tetep gak semua dijembrengin hehehe… jadi bisa jadi pembaca blog ini lebih kenal saya saat ini dibanding kakak kandung saya yang masih gagap internet “plis atuh lah, Teh!!! ngengewa wae….”

7. Sahabat Influenza
Ya, saya sudah bersahabat dengan Influenza sejak saya kecil, saya yang berlubang hidung relatif kecil ini sering mengalami gangguan pernafasan apabila lagi flu. Jadi saya cinta Decolgen sejak saya kecil, dikit2 Decolgen, dikit2 Decolgen (berharap dibayar sama produsen Decolgen). Lagipula saya alergi debu dan dingin, kalo kena debu saya flu, kalo kena dingin saya juga flu, jadi ada yang dinamakan morning sickness buat saya dulu, yaitu flu setiap pagi. bayangin kalo tiap pagi harus minum decolgen, bisa nagih lama-lama, hahaha… akhirnya saat saya udah mulai “pintar” saya gak mau minum obat kalo flunya gak parah2 banget. kalo udah parah, baru saya nyerah beli Decolgen. Sampai akhirnya saya kena sinus, apa polip ya? dan cuma bisa nafas dengan satu lubang hidung, tapi karena udah biasa dari kecil, jadinya ya gak masalah, bahkan nafas dengan mulut pas tidur juga cuek aja. skala nyaman saya kadang memang terlalu amat rendah. seorang kawan, saya memanggilnya tante berpendapat beda lagi : “kalau kamu sakit tapi kamu gak minum obat, tubuh kamu akan dengan sendirinya menciptakan imun, dia akan menghasilkan sel darah putih terus menerus, Jap! dan dalam jangka waktu yang sangat lama, itu akan mempengaruhi sistem tubuh, resiko terkena penyakit Leukemia jadi lebih besar” Doeng!!! hahaha… serba salah, kebanyakan minum obat salah, sakit tapi gak minum obat juga salah. weleh2. Untungnya say nemuin jawabannya, saya ikut latihan olah nafas di kampus saya, dan sejak ikut itu saya jadi jarang flu dan bisa bernafas dengan dua lubang hidung lagi, walaupun masih agak pendek, alhamdulillah. tapi ini ada lagi pikiran gila saya:
kalau saya harus meninggal karena penyakit, saya pikir saya akan mati karena influenza, bayangkan dia sudah menyerang saya sejak saya kecil, kasihan juga dia kalau yang berhasil menghabisi saya malah penyakit lain. Seorang guru biologi kelas tiga saya pernah bercerita di depan kelas “virus influenza itu tidak bisa dibunuh, dia akan terus hidup di dalam tubuh kita, dan jangan anggap sepele flu, karena flu yang terlalu lama dapat menyebabkan pneumonia dan kematian”. “jeleger!!!” saat itu saya yang masih sma dan flu menahun hampir dibuat semaput oleh perkataan guru biologi.

8. Pecinta Mie
saya suka mie, mie apapun itu, mie aceh, mie goreng biasa, mie baso, mie yamin, lomie, spagetti dan yang terenak adalah indomie (lumayan kalo produsen indomie liat :p ). temen saya bilang, “jap, jangan kebanyakan makan mie, gak sehat, itu kan karbohidrat olahan berapa kali”, duh cape deh buat hidup sehat, ini salah itu salah. hahaha… kenapa dari tadi banyak ngomongin kesehatan ya? lama-lama ini jadi artikel hidup sehat juga deh.

9. Muka Bantal [baca kebluk]
saya emang seneng banget tidur, dan sering banget nyalain alarma untuk dimatiin dan tidur lagi. sampe temen satu tenda waktu di aceh hapal kalo si japra tiap subuh kebangun karena alarm untuk dimatiin dan tidur lagi. ck ck ck…

10. Berjiwa Petualang Pejalan Kaki
Saya suka jalan-jalan (sangat), jalan-jalan dalam arti kata kongkow, keliling kota, berwisata atau berpetualang kesuatu daerah, atau jalan-jalan dalam arti kata sebenarnya, yaitu jalan kaki. Dengan berjalan kita bisa berolahraga, dengan berjalan kita bisa merenung, dengan berjalan kita bisa berbicara dalam hati sendiri, dengan berjalan kita bisa tersenyum sendiri, dengan berjalan kita bisa menangis, dengan berjalan kita bisa bersyukur masih memiliki banyak indra dan keseimbangan, dengan berjalan kita bergerak mengisi waktu tanpa harus diam dan terus menua.

salam

-japs-