Dan saya menggeragap ketika diri sanggup bersikap seolah padri di satu sisi sekaligus menjadi serigala tak kenal rasa di sisi berbeda. Menggeletar bengis menoreh luka mengundang murka begitu mala, dan bertenang-tenang seketika disisi lainnya menjadi rusa tanpa dosa.

Degup mengencang, jari gemetar, ampun… saya tak sanggup. 

-japs-

nb:  dan tempat ini semakin menjadi ruang penuh lindi luapan rasa. maaf, saya hanya butuh tempat meneteskannya… esok pun sudah tak apa… (barangkali) :)