“Ca, kok belum berangkat? kesiangan ya?”

Samar-sama suara kakak saya membangunkan saya yang lelap. Sempat beberapa detik berpikir lambat sampai akhirnya terbangun dengan panik!

“Apa? Sekarang jam berapa, Teh?” tanya saya sembari terduduk.
“Udah jam 1/2 8”
“Hah!!!” Teriak saya yang kaget dan panik karena seharusnya naik travel ke Bandung jam 5 pagi, karena harus masuk kantor jam 8. Panik dan kaget tidak lantas membuat saya bergegas mandi dan berangkat karena saya tak tahu harus ke Bandung naik apa. Ada pemberangkatan lagi jam berapa, dari mana dan sebagainya. Saya benar2 blank.

“Ya udah sana mandi dulu” ucap kakak saya.
Tapi saya malah bengong, setengah merutuki diri sendiri, melihat kepada handphone yang kelihatannya lupa saya pasang alarm-nya. Atau terpasang namun saya matikan tanpa sadar saat tertidur, entahlah.

Saya mandi lalu putuskan berangkat ke Aya Travel Depok-Bandung, go-show, kalau dapet syukur, kalau ngga saya bakal cari travel ke Bandung yg berangkat dari Lenteng Agung, Cipaganti Travel. Di dalam angkot saya gunakan hape untuk browsing nomor telepon Cipaganti di Lenteng. Saya dapat nomornya, namun tak bisa dihubungi. Angkot berjalan perlahan karena kemacetan dan saya berpikir untuk naik Xtrans dari Blora-Sudirman saja karena pemberangkatan ke Bandung disana setiap setengah jam. Sekarang jam 1/2 8, jam 8.20 nanti saya bisa naik kereta Depok Express ke arah Stasiun Sudirman, jadi tinggal jalan ke Blora. Asal bisa segera nyampe Stasiun Depok Lama sih, amaaan….

Tiba-tiba telepon saya berbunyi, saya lihat ke layarnya, telepon dari kakak saya.
“Ca! charger laptoplu ketinggalan”.
Argh! kenapa pas buru-buru gini malah ada yang ketinggalan…
“Ya udah deh, gue balik lagi” Dyem, harapan saya untuk mengejar kereta Depok Expres punah sudah.
Saya akhirnya turun lagi, dan naik angkot ke arah sebaliknya. Mengambil charger laptop, dan kembali pamit pergi kepada kakak saya dan suaminya.

Travel Aya Depok-Bandung belum tentu ada pemberangkatan jam 9.
Travel Cipaganti di Lenteng Agung gak bisa dihubungi.
Saya telepon Xtrans Blora Jalan Sudirman, dan dapat pemberangkatan yang jam 9, sementara sekarang sudah jam 8 dan saya masih di angkot di Depok. Kalau saya sempat mengejar kereta Depok Express ke Stasiun Sudirman jam 8.20. Jam 9 kurang 15 mungkin saya sudah bisa sampai Sudirman, masih ada harapan ternyata. Tapi ini jalanan menuju stasiun depok macet banget. Panik, saya berulang kali melihat penunjuk waktu di hape, berharap angkot bisa segera berjalan lancar keluar dari kemacetan.

Sampai di pertigaan Jalan Margonda saya turun dan berlari menuju ojek, tanpa saya beritahu kemana tujuan saya tukang ojek langsung tancap gas ke arah Stasiun Depok Lama dengan kencang. Nampaknya ia sudah paham kalau gerak buru-buru penumpang yang  keluar angkot, berlari menuju ojek berarti : “Stasiun, cepat! Sebelum saya ketinggalan kereta“.  Tepat pukul 8.15 saya sampai di depan loket stasiun berkat tukang ojek. Kereta Depok Express itu sudah menanti di peron 2, 5 menit lagi berangkat, saya masuk dan duduk dengan tenang dan lega. Xtrans Blora pemberangkatan jam 9, sepertinya masih akan terkejar. Jika tidak toh ada pemberangkatan 1/2 jam berikutnya di travel ini. Yaah, walaupun saya tentu akan tetap sangat telat sampai kantor di Bandung.

Sekarang, sudah pukul 10.00, dan saya masih di dalam mobil Xtrans menuju Bandung tepatnya di Km.56. Duduk tenang sendiri di kursi paling belakang, online dengan laptop saya, dan langsung menulis kejadian kesiangan ini, pagi ini juga di perjalanan ke Bandung. Ah… betapa saya cinta laptop dan hape saya. Terlebih lagi, betapa saya cinta naik kereta di Jakarta.

Salam

-japs-