Demikianlah judul surat elektronik saya kepada dua orang kawan yang saya kenali minatnya akan seni lukis dan pertunjukan. Surat itu saya kirimkan dengan berisi informasi dua kegiatan seni yang akan dilangsungkan di Jakarta di bulan Juni ini. 

Acara yang pertama adalah Pameran Lukisan: Raden Saleh dan Awal Seni Lukis Modern Indonesia pada tanggal 3-17 Juni 2012 di Galeri Nasional – Jakarta, dan yang kedua adalah Pentas Tari Kolosal “Matah Ati” pada tanggal 22-25 Juni 2012 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. 

Buat saya pribadi kedua acara ini bukan sekedar acara biasa. Kedua kegiatan seni ini seperti hadiah mewah untuk Jakarta dan warganya di ulang tahun Jakarta yang ke-485 pada tanggal 22 Juni nanti. Jika biasanya kita hanya berpesta di riuh dan ramainya Jakarta Fair di Kemayoran, mungkin ada baiknya kali ini kita rayakan dengan duduk tenang di hadapan satu lukisan yang meledakkan cerita dan sejarah dibalik penangkapan Pangeran Diponegoro versi seorang “pahlawan seni” kita: Raden Saleh Sjarif Boestaman. 

Atau mari kita rayakan dengan bersama-sama mengapresiasi sebuah pertunjukan kolosal tari klasik jawa kontemporer yang tahun lalu telah membuat kita bangga dengan pertunjukannya yang disaksikan tidak kurang dari dua ribu orang di Esplanade, Singapura. Tepuk tangan riuh dua ribu orang itu selama lima belas menit selepas pertunjukan mari kita teruskan, lebih keras, lebih lama. Karena pertunjukan ini (juga) adalah kita. Indonesia. 

Selamat ulang tahun, Jakarta. 

japs