Search

Apaka Tajapra

Cerita dari Jakarta dan kota-kota disekitarnya

Tag

sosial

Perumahan Permukiman

“Strip away all the ego in architecture and all the design theory, the hype, and the hot magazine articles, all we do is provide shelter. If you can´t do that, you can´t call yourself an architect.”

Cameron Sinclair

Sebuah mata kuliah dengan nama sama dengan judul tulisan ini telah membuat saya melabuhkan minat saya pada sebuah bidang keahlian, turunan dari bidang keilmuan (arsitektur) yang saya pelajari selama di masa kuliahan. Perumahan Permukiman.

Saya selalu tertarik dengan isu-isu yang dilemparkan oleh dosen mata kuliah yang saya ambil saat tingkat tiga itu. Ia berbicara tentang permasalahan perumahan dan permukiman mulai dari dasar-dasar pengertian, isu-isu, permasalahan, hingga solusi-solusi yang memungkinkan untuk dapat menjawab permasalahan-permasalahan tersebut.

Yang paling saya ingat sampai sekarang adalah, saya seketika jatuh cinta pada bidang tersebut saat itu juga, saya ingin melanjutkan studi saya berkenaan hal tersebut, dan mudah-mudahan bisa berbuat sesuatu pada akhirnya dalam bidang perumahan permukiman yang telah saya pilih itu. Amien. Karena saat ini langkah menuju kesana masihlah panjang, ilmu yang tertampung bahkan tak mencapai setetes airpun yang dibutuhkan tuk basahi kekeringan yang ada. Dan sementara ini saya hanya bisa terus bergerak, biar perlahan asalkan saya masih tahu, dimanakah utara berada.

[Lanjutkan baca]

Advertisements

Gated Community

Sejak beberapa tahun terakhir jumlah perumahan berpola gated community semakin berkembang. Bahkan, bisa dikatakan hampir seluruh perumahan yang didirikan sekarang menggunakan konsep “komunitas berpagar” tersebut. Pagar yang biasanya menjadi batas kepemilikan lahan milik individual, kini justru menjadi pemisah lahan tempat komunitas tertentu dengan lingkungan sekitarnya. Sejak tahun 1980, Fenomena ini sebenarnya sudah terjadi di Amerika Serikat. Wacana yang dituliskan Gated Community Research Group (GCRG) dari UII, Yogyakarta menuliskan jutaan keluarga telah tinggal pada komunitas ini di Amerika Serikat. Dan kini (IMCO) mungkin saja jutaan warga Indonesia juga telah menjadi komunitas yang hidup dalam pagar tersebut, khususnya masyarakat di perkotaan. Lanjutkan baca ‘Gated Community’

Pertanyaan dari NKRI

Haiyah… masih meng-copy-paste postingan dari friendster. Yang diposting di bawah ini saya tulis dua tahun lalu waktu masih KP di pdw, ribuan pertanyaan mendera dari yang masih perlu banyak belajar, dan semakin perlu lagi saat ini. maaf kalo pusing bacanya, memang tulisan tidak layak terbit, tapi nekad diterbitkan. hehehe

dibawah ini satu surat saya untuk seorang teman… tentang kebingungan anak muda bodoh dan naif. penuh mimpi. tidak realistis kata andra teman kerja praktek disebelah saya… terlalu membumbung tinggi dan sulit dikerek kebawah. (im not dreaming that so high i think). maka siang itu berlanjut ke obrolan berat lainnya soal hidup. halaaaah. hehehe…..

intinya saya sedang bingung dan butuh jawaban….mengapa saya post surat inipun karena mungkin ada jawaban lain dari anda, atau “kataan” lainnya untuk saya… hehehe…. apapunlah….mari bermimpi bersama, tapi bangunin kalau terlalu lama tidurnya… buat bangun dan sedikit berguna.. apapunlah kata orang … selama i gak bikin u susah n niat i baik untuk kebaikan… plis jangan dimentahin… hehehe…. (dengerin tu ndra… hahaha… kiddin)

Pak Angga…

apa kabar di Dubai…. haus “pemandangan” indah kaya di Bandung kah? hehehe…..disana masi bisa cuci mata gak si? ngga kaya di turki ya?
hehehe

Pak…
saya mau bertanya niiih. kepada anda selaku pelaku dan profesional dalambidang urban design…
seperti dulu kita pernah cerita,sayamulai tertarik dengan isu isu urban, alias urban design yang memang masih jauh dari ideal di NKRI tercinta ini…. terutama hal hal yang sering pak angga bahas di blog… yaitu soalpublik space….
sempat baca buku diskusi bulan purnama bagian publik space dengan Marco K (yang ngetop Itu) sebagai narasumber, tentang ruang publik yang erat kaitannya dengan isu sosial dan politik suatu kota atau negara…. yang ada say malah pusing… karena katanya ruang publik baru akan ada kalo kepublikannya sendiri sudah terbentuk… sementara di kita? yahh yang saya tangkep bari jeung teu ngarti kaya gitu…. hehehe….
tapi yang jelas saya tertarik dengan isu itu…. karena kita memeng BUTUH ruang publik, dan mungkin karena itu juga banyak permasalahan sosial berkembang, (karena kebutuhan ruang publik yang ideal yang tidak terpanuhi) maaf kalo bercanbang lagi >> saya juga pernah baca dikompas bahwa ada penelitian yang mencoba membuktikan bahwa disolo terjadi keganasan atau kemarahan publik yang luar biasa pada saat kerusuhan mei 98 itu karena ruang publik yang diciptakan oleh belanda yang sengaja membuat (emmm saya kurang ngerti juga ) agar kebutuhan sosial publik tidak terpenuhi… yang terakumulasi hingga kejadian mei itu(padahal rakyat solo kan kayanya lemah lembut gitu, heu)… semua terkait dengan ruang publik. makanya saya tertarik….

naahh… tadi pagi… saya browsing danmenemukan site. namanya www.pps.org
project for public space… mungkin pak angga juga pernah lihat… hmmm… semakin tertarik… saya.
malah bermimpi kapan dikita bisa punya space seperti itu. harus malah…. saya gak muluk indah indahnya kota….. saya cuma mikir keharmonisan antar penduduk yang bisa lebih terjalin. hehehe (naif bgt ya???).
mungkinkah pak angga?
ditengah kemelut negara kita? di tengah krisis multi dimensi ini?

di tengah banyak orang yang bilang…
“masih banyak yang harus lebih dipikirin dapi pada public space lu itu, Jap”
ditengah jawaban
“sulit jap, kalo di indonesia mah, hal kaya gitu udah jadi kultur, udah membudaya dan berakar, susah” untuk pertanyaan soal gated community, korupsi, anak jalanan, budaya instan, dll.
kalo udah begitu…saya bodoh seketika Pak Angga… sulit rasanya menjawab dan mempertahankan mimpi saya akan idealisme naif saya. hehehe.

masalahnya memang tidak bisa diselesaikan dengan ilmu kita sendiri. bahkan mungkin harus diselesaikan lewat bidang lain dulu supaya ilmu kita bisa berfungsi dan berguna.
pendidikan misalnya. pusing banget ya pak? hehehe….
tapi tetep bermimpi…
tapi semua kaya dimentahkan ama keadaan (lagi) NKRI tercinta ini. hehehe…. masalah budaya lagi, masalah sosiallagi…. katanya lagi perut saya masih kenyang jadi melulu berpikir muluk. padahal muluk saya bukan muluk indonesia seperti negara lain. hanya muluk bisa selesaikan beberapa masalah dengan ilmu saya, bisa ada gunanya. heu. tapi mentah terus euy.

panjang juga ya? sebenrnya pertanyaan saya ama pak angga. kalo menurut pak angga mengenai hal tersebut, pendapatnya bagaimana? hehehe.
sorry kalo bikin pusing.

btw… seneng saya begitu liat blog, isinya langsung nyambung. pasupati sebagai tengaran…sekaligus public space. belum sempet baca yang laennya…. tapi akan. hehehe…

kapan pulang Pak? nanti kita ngobrol2 lagi….
habitat lagi… hehehe….

-japsyangmasiperlubanyakbelajar-

dan yang dibawah ini comment-nya:

Comments

cari segala sesuatu ttg jane jacobs, jap.

Jane Jacobs teh saha??? oke Ras…. saya akan carii….

pak angga siapa jap?

lo taw??
lo org paling mimpi n busuuuukkk..
masa iya gw diajak jauh2 ke blok m dgn alasan pgn bli blenger burger (yg notabene ada di bintaro deket tmpt tinggal gw skrg), n tawnya lo pgn ktmuan ma temen lo..
dasaaaaarrrrr..
hm, mimpi tetap mimpi japs sampe lo bangun dari tidur lo..hahahahahaha..
_renitta andrani_

cari dan baca buku: the life and death of great american cities (jane jacobs), sama smua wawancara jane jacobs. dari situ br baca2 yg lain.

cari.

dan salam buat trio indah ani lucia!
…+cimot

o iye gue lupa jawab pertanyaan lu cke… keburu disabot si andra buat nulis comment di atas…

Pak Angga itu, temen gue di habitat, trus dulu dosen rupa dasar kelas liburan yang bareng b u widi, trus dia dosen pembimbingnya anak 03 ampe 05 di studio tingkat satu, trus jebolan PSUD, trus apalagi ya? intinya dia arsitek dan urban designer… mo kenalan???
hehehe

Ras… lo kalo kirim salam jangan maruk gitu dooong…
pilih satu… haha…
btw gue lagi baca homepagenya si ibu jane.. tar kalo gue dah selesai kita diskusikan… wehehehe…
btw… kayanya seger banget maen aer di kolam depan menara epeul… jadi pengen….

-japs-

Up ↑